Tittle :A guardian angel had to be helped chapter 2
“yak! Kenapa kau meminta maaf hah? Aku tak apa, aku hanya terjatuh saja karena aku belum sadar sepenuhnya dari tidurku.” Ucapku menyakinkan agar dia tidak menangis lagi. Kulihat dia bukannya berhenti menangis malah semakin menjadi tangisannya. Segera saja kudekap dia kedalam pelukanku agar tangisnya mereda, dia masih menangis tertahan didalam dekapanku “keluarkan yunhee-ya jika kau memang merasa tertekan atau sedih, menangislah sepuasmu.” Ujarku sambil mengelus pelan rambut panjang nan indahnya agar ia tenang.
Author :Lee yun bi
Main Cast :Cho KyuHyun
Kim yunhee (OC)
Cho siwon (pemaksaan) (kyu brother’s)
Another Cast :Lee SungMin
Kang DongHwon (OC)
emak babehnya yunhee dan emak babehnya kyu (OC)
serta other cast lainnya bisa kalian temukan sendiri
Genre : Sad, angst, romance (maybe), humor juga(maybe)
Rating : G
Length : maybe 3 chapter
Disclaim : ff ini asli milik saya, keluar dari otak saya. Gak percaya? Buka aja otak saya :p haha oke canda ;) kyu dan sungmin hanya milik saya seorang hoho *dirajamSparKyu, dibantai Pumpkins* dan sisa dari cast itu milik yang punya yaitu saya ^^v
Author’s note
Ini ff pertama yang aku buat, bukan pertama banget sih cause udah banyak tulisan yang sering aku buat tapi untuk mengkhayal kayak gini kayaknya baru ini deh hehe. Mian kalau banyak TYPO bertebaran, gak ada niat buat typo. Cekidot langsung aja ~~~ yuhuuu *tlinkk*/ngilang/
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
AUTHOR POV
“kyuhyun, ireona ppali. Yak
kyuhyun-a!!! ppaliwa” bentak yeoja berambut lurus sebahu itu sambil mengguncang
tubuh namja yang sedang tertidur pulas di ranjang rumah sakit. Ini sudah yang
ke sepuluh kalinya ia membangunkan namja ini. “kalau kau tak mau bangun juga,
kupastikan jadwal kita bertemu dengan hyung tercintamu akan batal!!” ancam
yeoja ini lagi, kali ini dengan menaikkan suaranya satu oktaf. Sambil
melenggang pergi menjauhi tubuh namja yang sedari tadi belum bergerak dari
tempatnya, yeoja itu masih menggumam kesal akibat namja yang mengingkari
janjinya.
Tak lama setelah diancam oleh
yeoja tersebut, akhirnya namja itu bangun juga. Walau masih dengan mata yang
setengah terbuka ia melangkah dengan susah untuk masuk kedalam kamar mandi
kecil yang terdapat dipojok ruangan rawatnya ini. yeoja ini masih terus
memanggil nama namja ini “kyuhyun-ah, kau telat 5 menit janji kita yang akan
bertemu dengan hyungmu batal!” Yunhee yang tak menyadari bahwa kyu sedang
kesulitan untuk mencapai kamar mandi terlonjak saat mendengar suara yang cukup
keras seperti orang jatuh aah paling
kyuhyun terjatuh dari ranjang saat aku berteriak akan membatalkan janjinya pikir
yunhee. Namun betapa kaget dirinya saat ia berbalik untuk mengambil tasnya dan
melihat kyu yang sedang terbaring dilantai dekat kamar mandi dengan wajah yang
menahan sakit, dan apa itu yang terjatuh
dari matanya? Apakah kyuhyun menangis? Tetapi mengapa ia menangis? Pikir
yunhee dalam hatinya.
KYUHYUN POV
Shitt! Kenapa aku harus terjatuh
sih? Aku benar benar kesal akan diriku, hanya untuk berdiri saja aku tak bisa
dan harus membutuhkan penyangga?. Aku mendengar derap kaki yang mendekat
kearahku saat kulihat sepatunya ternyata itu adalah sepatu yunhee, gadis yang
tadi muncul dimimpiku dan kini hadir dihadapanku. Aku malu saat dia melihatku
yang seperti ini, bagaimana tidak? Seorang namja muda tak bisa untuk berdiri
dan lemah bahkan sekarang aku mengeluarkan air mata didepannya makin lemah saja
aku didepannya.
Yunhee membantuku untuk berdiri.
Saat aku sudah terduduk diranjang dengan bantuan yunhee, aku melihat wajahnya
yang terlihat bersalah dan perlahan mengeluarkan airmatanya. “kau mengapa
menangis yunhee-ya?” tanyaku dengan khawatir sambil menghapus airmata yang
jatuh dipipi indahnya. “maafkan aku kyu, seharusnya aku tidak berteriak seperti
tadi kepadamu.” Sesalnya, masih dengan airmata.
“yak! Kenapa kau meminta maaf hah? Aku tak apa, aku hanya terjatuh saja karena aku belum sadar sepenuhnya dari tidurku.” Ucapku menyakinkan agar dia tidak menangis lagi. Kulihat dia bukannya berhenti menangis malah semakin menjadi tangisannya. Segera saja kudekap dia kedalam pelukanku agar tangisnya mereda, dia masih menangis tertahan didalam dekapanku “keluarkan yunhee-ya jika kau memang merasa tertekan atau sedih, menangislah sepuasmu.” Ujarku sambil mengelus pelan rambut panjang nan indahnya agar ia tenang.
Sepertinya ia memang merasa
tertekan belakangan ini, tak biasanya dia menangis selama ini terkecuali saat
dia ditinggal oleh orangtuanya, ia menangis selama 2 minggu penuh dengan
mengurung dirinya dikamar tanpa makan dan minum.
Sudah
10 menit berlalu tapi ia masih juga menangis, aku bingung tapi aku hanya bisa
menenangkannya saja saat ini. yunhee menangis bukan karena aku yang tadi
terjatuh kan? Dia menangis karena masalah lain kan? Aku tak mau dia menanis
karena aku, kalau benar ia menangis karena aku. Berarti aku adalah namja
terbodoh di dunia ini yang membiarkan yeoja tercinta manangis karena diriku.
YUNHEE POV
Aku terbangun dari tidurku dan
langsung kulihat jam yang melingkar ditangan kiriku, ya ampun jam berapa ini?
sekarang sudah jam 5 sore, kenapa namja itu tak membangunkanku sih. Aissh
jinjja? Kalau ketemu awas saja kau CHO KYUHYUN! Tapi ngomong ngomong dimana
dia? diranjangnya gak ada, kamar mandi kuketuk tak ada balasan berarti bukan
didalam, lalu dimana? Jangan jangan pulang kerumahnya seorang diri lagi?! Aku
langsung panik, kalau benar iya balik seorang diri benar benar tak akan
kuampuni dia.
CKLEEEK,
BLAAMM!
Itu seperti suara pintu dibuka dan ditutup oleh seseorang tapi siapa
yang berani masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu? Pikirku bingung. Saat
kutolehkan kepalaku kearah pintu, ternyata seorang namja yang sepertinya aku
kenal tapi siapa ya? Saat dia membalikkan badannya dan membungkuk memberi
hormat padaku kemudian mengangkat kepalanya barulah kusadari bahwa itu siwon
oppa, jadi dia sudah kembali? Kapan? Mengapa ia tak memberi tahuku setidaknya
untuk menjemputnya di bandara.
“annyeong oppa.” Sapaku dengan
suara sewajar mungkin samba memnerikan senyuman termanisku.
“annyeong yunhee-ya, apakah
kyuhyun ada didalam?” dia langsung menanyakan tentang adik satu satunya dan
tentunya dia tak lupa untuk membalas senyumanku.
“mollayo oppa, tadi aku tertidur
tapi saat aku sadar kyuhyun sudah tak ada diruangan lagi. Sepertinya dia sedang
keuangan milik sungmin oppa. Coba saja kau kesana oppa barangkali beneran ada?”
usulku dan hanya dibalas dengan anggukan tanda bahwa dia mengerti.
“oh iya oppa, kapan kau sampai
kekorea lagi?” tanyaku yang memang penasaran.
“sudah dari 1 tahun yang lalu
yunhee-ya, kau tak tahu? Hah?” tanyanya balik dengan mengeluarkan muka
bertanyanya. Tapi apa katanya? Satahun yang lalu, berarti sudah lama dong dia
balik kekorea. Sebagai jawaban kugelengkan kepalaku saja dengan memasang
tampang polosku. Dan kulihat oppa tertawa melihat wajahku saat ini yang katanya
menggemaskan.
“yunhee-ya, aku mau keruangan
sungmin dulu kau mau ikut denganku atau tetap disini?”ajaknya.
“aku disini saja oppa, oh iya apa
oppa sudah makan? Kalau belum aku mau beli sekalian dikantin.” Aku menawarkan
padanya sebagai alasan saja.
“aku sudah makan tadi sebelum
kesini, kalau kau belum makan kau bisa makan dahulu. Nanti jika benar kyu ada
di ruangan sungmin akan kuberi tahu kau.”ujarnya tulus.
“ne oppa”kuberikan senyum
indahku.
SIWON POV
Setibanya aku didepan ruangan
sungmin, kuketuk pinti didepanku ini dan mendapatkan sahutan dari dalam yang
menandakan bahwa ada orang didalamnya. Saat kubuka pintu yang pertama kali
kulihat adalah seorang namja muda yang sedang mengenakan kacamatnya sambil
memeriksa berkas berkas yang ada ditangannya.
“annyeong sungmin-ah.”sapaku
dengan hangat. Sepertinya dia kaget saat mendengar suaraku.
“ah annyeong siwonnie, sudah lama
tak bertemu. Apa kabarmu siwonnie?
kemana saja kau hah? Setahun belakangan ini aku tak melihatmu, sesibuk
itukah dirimu? Hah?” balasnya dengan memberikan banyak pertanyaan.
“wow,wow. Pelan pelan jika
bertanya sungmin-ah, kau akan kehabisan napasmu jika bertanya sebanyak itu
dalam satu tarikan nafas. Aku baik baik saja hanya belakangan ini perusahaan
yang aku dan kyu kelola sedang dalam masalah sejak kyu mengundurkan diri dari
jabatannya. Maka dari itu aku memgang semua Kendali untuk menanginya, itulah
sebabku jarang muncul karena kerjaanku hanya berdiam diri diruangan kerjaku
atau tidak dirumah.” Kujawab semua pertanyaan yang diajukan olehnya. Dia hanya
membalas dengan anggukan tada ia menegerti dengan yang kusampaikan.
“dan bagaimana kabarmu sungminie?
Juga bagaimana kabar dongsaengku dibawah pengawasanmu setahun ini? apakah baik
baik saja atau sudah menunjukkan gejala yang lebih buruk?” tanyaku dengan nada
khawatir mengingat penyakit dongsaengku.
“kabarku baik siwonnie seperti
yang kau lihat sekarang, badanku makin terlihat gemuk bukan? Hahaha… kabar
dongsaengmu itu baik baik saja saat ini karena ada yang membantu dia bangkit
dari keterpurukan penyakitnya, hanya saja penyakit itu sudah memasuki tahap
yang lebih parah siwonnie. Kyu sudah sulit untuk menggerakan badannya, termasuk
kaki dan tangannya. Dia harus membutuhkan bantuan kursi roda untuk berjalan
atau tidak tongkat untuk menyangga badannya.” Jelasnya panjang lebar dan
membuatku shock juga, karena kyu sudah benar enar tak berdaya sekarang. Aku
merasa bersalah sebagai saudara yang dimiliki satu satunya malah tidak bisa
menemaninya disaat sulit seperti ini. aku berjanji pada diriku sendiri bahwa
aku akan menemani kyu sekarang dan sampai kapanpun itu.
“akhh, apakah kau melihat kyu
sungminie?” aku tak melihat kyu disekitar ruangan yang memang lumayan besar
ini.
“tadi siang kyu izin kepadaku,
katanya dia mau pergi dengan yunhee refreshing katanya. Jadi ya kuberi mereka
izin, mereka tidak akan lama kok pasti sebentar lagi mereka pulang.” Jawab
sungmin dengan sumringah. Tapi aku agak bingung dengan perkataan yang dibilang
sungmin, kyu pergi dengan yunhee sedangkan tadi yang dikamar adalah yunhee.
Berarti kyu pergi dengan siapa?
“Minnie, kurasa kyu itu pergi
sendiri, karena..karena tadi aku melihat yunhee berada diruangan kyu seorang
diri dan saat kutanya kyu kemana dia hanya bilang kalau dia habis bangun tidur
dan kyu sudah tak ada, dia menyangka kalau kyu berada diruanganmu. Bagaimana
ini Minnie-ah?” ucapku gugup dan khawatir. Kulihat wajah sungmin yang tadinya
senang berubah menjadi wajah khawatir sama sepertiku wajahku saat ini “kau
yakin wonnie? Kyu pergi sendiri?”. Tanyanya dengan nada khawatir yang tersirat
didalam suaranya. “aku yakin Minnie-ah, karena tadi aku melihat yunhee yang
baru bangun tidur dan kebingungan mencari kyu didalam ruangannya. Kita harus
bagaimana? Bagaimana kalau kita mencarinya saja?” usulku dan langsung diiyakan
dengan sungmin. “wonnie-ah, kira kira kyu membawa ponsel tidak?” aakh iya
kenapa aku todak teringat untuk menelponnya saja ya daritadi? Mungkin aku
terlalu panic jadi aku lupa. “sepertinya dia membawa ponselnya min”
Aku
mencoba menghubungi kyuhyun, tapi ternyata ponselnya tidak diaktifkan. Berkali
kali aku dan sungmin mencoba menghubungi teman terdekat kyu dikampus, namun
nihil. Sampai aku berinsiatif untuk menelpon ke rumah dan ternyata yang
mengankatnya adalah kyu.
KYUHYUN POV
‘kringgg..kringgg..’
Aisshh.. siapa sih yang
menggangguku waktu tenangku bermain game? “ahjumma.. hang ahjumma” teriakku
memanggil hang ahjumma. Tak ada sahutan dari hang ahjumma, terpaksa aku yang
mengangkat. Terpaksa aku berjalan untuk meraih gagang telepon yang berada
diujung meja sana.
“yeoboseo..” ucapku males
malesan.
“kyuhyun-ah, ini kyuhyun?” Tanya
orang diseberang sana dengan suara yang gugup. Siapa dia?
“nuguseyo? Apakah kau mengenalku,
atau kau mau mencari siwon hyung? Tapi sayangnya siwon hyung sedang keluar.”
Jawabku dengan nada sopan walau tak mengetahui siapa penelponnya.
“yak!! Kyuhyun-ah, kau tak mengenal
suaraku hah? Ini aku hyungmu siwon CHO SIWON. Kau sedang berada dirumah hah?
Sejak kapan?” ucap siwon hyung dengan suara keras. Aku bodoh sampai tak
mengenal suara hyungku sendiri.
“aah hyung, mian aku tak mengenal
suaramu. Aku sedang dirumah sejak siang tadi, waeyo hyung? Eodiya hyung?”
tanyaku.
“kau ini bagaimana sih? Masa tak
bisa mengenali suara hyungmu sendiri ckck.. aku berada dirumah sakitmu, tadinya
aku ingin menjengukmu tetapi kau malah berada dirumah.” Ujar siwon hyung dengan
nada bercanda.
Akupun mengusulkan kepada hyung
melalui telepon untuk pulang dan membawa makanan karena aku lapar dan hang
ahjumma yang sedari tadi belum muncul. Dan seterusnya kami berbicara panjang
lebar ditelepon. Sampai akhirnya aku tak kuat berdiri dan kesadaranku telah
hilang.
AUTHOR POV
BRAAKK!!!
Siwon langsung menjauhkan
handphonenya dari telinganya saat mendengar suara keras yang berasal dari
seberang sana. “yeoboseo.. kyuhyun-ah, yeoboseo.. yakk!! Kyu-ah jawab aku,
jangan membuatku khawatir!!” marah siwon didalam telepon. Siwon yang khawatir
akan keadaan kyuhyun yang tak menjawab percakapannya ditambah dengan suara
keras yang berasal dari kyuhyun, langsung menarik sungmin untuk segera pergi
menyusul kyuhyun dirumahnya yang bejarak 8 km dari rumah sakit. Sungmin yang
bingung karena tidak dijelaskan sama sekali tentang keadaan kyuhyun hanya bisa
menurut saat ditarik oleh siwon apalagi saat sungmin melihat wajah siwon yang
penuh dengan kekhawatiran, sungmin yakin pasti ada apa apanya dengan kyuhyun
yang langsung membuat siwon sepanik ini.
Saat
didekat parkiran mereka bertemu dengan yunhee yang membawa sekantung plastik
berisikan makanan. Yunhee yang melihat wajah siwon penuh dengan kekhawatiran
langsung yakin kalau ada apa apa dengan kyuhyun, langsung berlari mendekati
sungmin dengan membawa bawa kantung itu.
“oppa, apa yang terjadi?” Tanya yunhee dengan khawatir. Ia suadah lupa dengan berat ditangannya.
“oppa, apa yang terjadi?” Tanya yunhee dengan khawatir. Ia suadah lupa dengan berat ditangannya.
“aku juga kurang tahu yunhee-ah,
tapi aku yakin kalau ada apa apanya dengan kyuhyun saat ini. karena tadi..”
ucapan sungmin terputus saat siwon memanggilnya untuk segera masuk kedalam
mobil.
Saat didalam mobilpun tidak ada
yang berani membuka suaranya, kecuali suara siwon yang mengumpat atau suara
gebrakan yang dihasilkan siwon saat menggebrak stir mobil saat mereka mendapat
jebakan dari lampu merah atau kemacetan kecil. Sungmin yang duduk disamping
siwon saat itu hanya bisa menoleh dan menenangkan siwon, tapi yang ditenangkan
malah menampik tangan sungmin dengan kasar. Yunhee yang duduk dibelakang juga
tak mau angkat bicara melihat kondisi didalam mobil yang seperti ini, sesekali
yunhee yang mencoba menelpon ke handphone kyuhyun dan hanya mendapat balasan
dari suara operator saja.
Sampai
digarasi rumah, siwon langsung menghambur masuk dengan langkah tergesa dan
mendapatkan kyuhyun yang terbaring tak sadarkan diri diamping meja telepon
dengan telepon yang berada disampingnya. Siwon langsung menggendong kyuhyun dan
membaringkannya dikamar kyu yang terletak dilantai 2, dan langsung diperiksa
oleh sungmin. Yunhee yang melihat itu semua hanya bisa menangis dan segera
menyusul siwon dan hyung dilantai 2, ia tak memeikirka belanjaanya yang
tertinggal dimobil yang ia khawatirkan kini hanya kyuhyun yang tak sadarkan
diri. Sungmin bergegas menelpon ambulance dan minta dikirimkan kerumah kyu
untuk membawa kyu, sebenarnya mereka bisa membawa kyu dengan menggunakan mobil
siwon tetapi mengingat mobil siwon itu kecil dan tidak adanya alat alat
kedokteran didalamnya, maka dipanggilah ambulance.
YUNHEE POV
Kini didalam mobil ambulance sudah
ada aku dan siwon oppa yang sedang ketakutan melihat betapa susahnya sungmin
oppa menemukan nadi vena untuk menancapkan jarum infusan kedalam tubuh kyuhyun.
Berkali kali sungmin oppa menepuk nepuk pergelangan tangan maupun daerah lain
yang sekiranya disitu berada nadi vena, namun hasilnya sulit didapat. Setelah
kurang lebih 25 menit bersusah payah untuk menemukan nadi, akhirnya jarum itu
dipastikan berhasil masuk menembus kulit kyuhyun dan mengalir melalui darah
didalam tubuh kyuhyun. Kami yang berada didalam mobil itu menghela nafas lega,
tak berselang lama nafas kami kembali tecekat saat melihat alat pendeteksi
jantung kyuhyun yang menunjukan bahwa jantung kyuhyun mengalami kemunduran
untuk bekerja bahkan alat itu hampir berhenti dan menunjukan garis hijau yang
panjang dan suara yang memekakkan telinga bagi siapa saja yang mendengarnya.
Aku yang melihat itu ingin rasanya berteriak keras untuk membangunkan kyuhyun
dari tidurnya, tapi aku tersadar bahwa didalam mobil ini kami semua sedang sama
paniknya jadi aku tak mau menambah kepanikan mereka semua dengan teriakanku
yang tak berguna.
Sesampainya
dirumah sakit, kyuhyun langsung dibawa dengan perawat menuju ruang IGD diikuti
dengan kami semua yang khawatir akan keadaan kyuhyun. Suara brankar dan suara
teriakan kami yang membangunkan kyuhyun dari tidurnya langung memenuhi lorong
rumah sakit. Kami, aku dan siwon oppa tidak diperbolehkan masuk oleh kepala
perawat yang menjaga bagian ruang IGD hanya sungmin oppalah selaku dokter yang
boleh memasuki ruangan itu. Kami semua menunggu diluar, kulihat siwon oppa yang
sedari tadi mondar mandir bak setrikaan didepan pintu IGD berharap sungmin oppa
keluar dan member kabar baik, walaupun yang menangani kasus kyuhyun bukan
sepenuhnya sungmin oppa tetapi dokter dari luar negeri yang tak kuketahui
namanya karena bagiku tak penting yang penting hanyalah keselamatan kyuhyun
saja.
“oppa, siwon oppa lebih baik kau
menunggu kyuhyun sambil duduk saja. Kau akan capai kalau kau bolak balik
seperti itu.” Saranku yang langsung mendapat sifat tak acuh dari siwon oppa. Tak
berapa lama siwon oppa akhirnya duduk disampingku dan menaruh kepalanya
dipundakku menjadikannya sebagai sandaran.
“yunhee-ah” panggilnya lirih.
Sungguh aku juga sudah ingin menangis sekarang, ditambah lagi dengan mendengar
suara siwon oppa yang seperti tadi membuatku tambah ingin menangis.
“ya oppa, ada apa?” balasku
sambil menahan air mataku.
“apa kau tahu kalau kyuhyun
adalah keluarga satu satunya yang kumiliki didunia ini?” tanyanya hampir
berbisik.
“ne oppa aku tahu itu, bahkan kau
rela menukar apapun sampai nyawamu sekalipun untuk tetap membuat kyuhyun hidup
bukan? Aku tahu itu oppa, tetapi kenapa kau bertanya seperti itu oppa?” jawabku
dengan memandang dinding putih yang berada didepan aku dan siwon oppa sekarang.
“aku takut yunhee-ah, aku takut
kalau kyuhyun akan meninggalkanku sekarang. Yunhee-ah sungguh sejujurnya aku
belum siap.” Ucap siwon oppa dengan terisak. Tak terasa air mataku pun
berjatuhan, pertahananku runtuh seketika saat mendengar siwon oppa berkata
seperti itu.
“aku juga belum siap oppa, bahkan
aku tak pernah mau kalau kyuhyun meninggalkan kita semua. Oppa kuharap kau tak
berkata seperti itu lagi, kita semua harus berdoa untuk keselamatan kyuhyun.”
Ucapku pesimis.
Krieeek!
Kudengar suara pintu terbuka,
segera saja kutengokkan kepalaku menghadap kedepan pintu IGD dan keluarlah
sesosok orang menggunakan kemeja biru serta jas dokternya dan stetoskop yang
tergantung dilehernya, dan dibelakangnya juga menyusul keluarnya sungmin oppa.
Siwon oppa yang tersadar dari lamunan segera berdiri dan menghampiri dokter
yang menangani kyuhyun, aku mengekor dibelakang siwon oppa tapi tak berani
untuk mendekat kearah mereka karena aku terlalu takut untuk mendengar
pembicaraan meraka.
AUTHOR POV
Siwon yang langsung menanyakan
kabar adiknya langsung terdiam saat dokter menjelaskan tentang penyakit kyuhyun
secara mendalam. Ia pun masuk kedalam ruangannya untuk menemui sang adik
kesayangannya, siwon yang tak bisa menahan air matanyapun langsung menangis
disamping tubuh adiknya yang dipasangi berbagai alat kedokteran untuk menunjang
hidupnya. Yunhee yang melihat itu semua dari balik kaca pintu ruangan juga ikut
menangis karena dia juga merasakan hal yang sama dengan siwon.
Tiga
hari sudah kyuhyun terbaring lemah diranjang rumah sakit, tak menunjukan tanda
tanda dia akan bangun. Siwon yang setiap harinya berkunjung kerumah sakit
sepulang ia bekerja tak pernah mengeluh capai walau sebenarnya tenaganya sudah
terkuras habis saat dikantor, bagaimana tidak? Dia adalah seorang direktur
utama diperusahaanya, dialah pemimpin perusahaan itu. Awalnya perusahaan itu
dibangun oleh ayah mereka untuk diberikan kepada puteranya saat mereka sudah
menginjak usia dewasa, perusahaan itu juga tadinya dikelola oleh mereka berdua,
namun dengan kondisi kyuhyun yang seperti ini sejak dua tahun yang lalu
akhirnya siwonlah yang mengambil alih semua pekerjaan kyuhyun. Sebenarnya bisa
saja siwon memberikan sebagian tugasnya pada sekretaris atau bawahannya yang
lain, tapi dia tidak gampang percaya pada orang lain untuk masalah pekerjaan
baginya biarlah dia menanggung semua beban ini daripada perusahaan yang sudah
didirikan oleh ayahnya dengan susah payah itu hancur. Siwon yang kelelahan
karena sudah seharian bekerja tertidur dikursi samping tempat tidur kyuhyun
sambil menggenggam tangan kyuhyun erat, tak sadar kalau ada orang yang memasuki
ruangan tempat kyuhyun dirawat.
YUNHEE POV
Aku memasuki ruangan ini untuk
kesekian kalinya, pertama kali memasuki ruangan ini yang terlihat adalah
seorang namja yang mengenakan setelan jas rapih sedang tertidur dikursi kecil
yang terletak disamping tempat tidur kyuhyun sambil menggenggam tangan kyuhyun
yang pucat. Aku kasihan melihat posisi tidurnya yang seperti ini dengan badan
yang setengah menggantung kelantai, ketika aku hendak membangunkannya kudengar
suara bisikan yang berasal dari mulutnya “kyuhyun-ah jangan tinggalkan aku”
ternyata itu suara siwon oppa, sepertinya dia bermimpi ditinggal oleh kyuhyun
sama seperti mimpi yang selalu hinggap di malam malam tenangku. Kutepuk
perlahan pundak siwon oppa agar ia terbangun, namun dia malah terjatuh kebawah
segera saja kutahan tubuhnya dengan mengangkatnya perlahan keatas tempat semula
dia tertidur. Sepertinya dia benar benar kelelahan saat dikantor ditambah harus
menjaga kyuhyun. “kyuhyun-ah, kyuhyun-ah, kau mau kemana?” teriak siwon oppa
dalam mimpinya, tak lama air matanya jatuh saat siwon oppa membalikkan
kepalanya menghadapku. Aku yang tak kuat jika harus mendengar racauan siwon
oppa yang berkata “kyuhyun jangan tinggalkan aku, kau mau kemana?” dan
sebagaimana, akhirnya membangunkan siwon oppa dengan terpaksa.
“yak oppa, ireona oppa..”
panggilku sambil mengguncang tubuh siwon oppa pelan.
“oppa ireona, siwon oppa ireona
palli!” seruku tepat didepan telinga oppa. Akhirnya siwon oppa terbangun juga
dari tidurnya dan langsung mengelap wajahnya yang basah. Kutanyakan saja tadi
dia bermimpi apa sampai menangis seperti itu, tapi yang ditanya malah dia
seribu bahasa malah melihatiku dngan tatapan sendu.
Tiba
tiba suara pintu terbuka dan menampilkan wajah imut namun tegas yang diiringi
oleh dua orang wanita yang cantik cantik berjalan menghampiri kami, itu adalah
sungmin oppa dan para perawat yang setia mendampingi sungmin oppa yang
sepertinya sudah siap dengan alat periksanya dan papan tabelnya. Sungmin oppa
memeriksa detak jantung kyuhyun dengan stetoskop pink putih yang selalu
tergantung dilehernya disusul dengan memeriksa retina mata kyuhyun yang segera
dicatat oleh perawat yang sedang mengatur cairan infuse yang masuk kedalam
tubuh kyuhyun. Setelah pemeriksaan rutin itu sungmin oppa bilang kepada kami
bahwa kyuhyun sudah mulai menunjukkan gejala dia akan sadar dilihat dari detak
jantungnya yang mulai mendekati normal, aku yang senang dengan kabar itu
langsung membungkuk untuk member hormat kepada sungmin oppa disusul dengan
siwon oppa yang langsung menjbata tangan sungmin oppa dan mengucapkan terima
kasih. Sungmin oppa pun pamit untuk keluar karena masih ada beberapa pasien
yang akan dicheck olehnya. Sekeluarnya sungmin oppa dari ruangan kyuhyun, siwon
oppa mulai duduk kembali dan langsung membuka percakapan dengan berbicara kalau
tadi dia bermimpi jika kyuhyun pergi menjauhi dirinya, aku yang tak tahu harus
berbicara apa hanya mengelus elus pundak siwon oppa untuk sekedar memberi
kekuatan. Walau itu tak banyak membantu
TTTIIIITTTT!!!!!
BRAAK BRUUK BRAAKK!! *eeh?
tiba tiba mesin pendeteksi
jantung milik kyuhyun mengeluarkan suara panjang yang tak pernah diharapkan
oleh kami yang berada diruangan ini, disertai dengan bergoncangnya ranjang
milik kyuhyun. Ternyata kyuhyun mengalami kejang kejang yang hebat.
TBC
Mian sedikit soalnya masih
dikejar sama tugas sekolah *curhat* RCL jangan lupa ;)
keren thor, lanjut...
BalasHapus