Minggu, 27 Januari 2013

A guardian angel had to be helped 1

Tittle                     :A guardian angel had to be helped chapter 1
Author                  :Lee yun bi
Main Cast             :Cho KyuHyun
Kim yunhee (OC)
Cho siwon (pemaksaan) (kyu brother’s)
Another Cast       :Lee SungMin
Kang DongHwon (OC)
emak babehnya yunhee dan emak babehnya kyu (OC)
serta other cast lainnya bisa kalian temukan sendiri
Genre                   : Sad, angst, romance (maybe), humor juga(maybe)
Rating                   : G
Length                  : maybe 3 chapter
Disclaim               : ff ini asli milik saya, keluar dari otak saya. Gak percaya? Buka aja otak saya :p haha oke canda ;) kyu dan sungmin hanya milik saya seorang hoho *dirajamSparKyu, dibantai Pumpkins* dan sisa dari cast itu milik yang punya yaitu saya ^^v
Author’s note
Ini ff pertama yang aku buat, bukan pertama banget sih cause udah banyak tulisan yang sering aku buat tapi untuk mengkhayal kayak gini kayaknya baru ini deh hehe. Mian kalau banyak TYPO bertebaran, gak ada niat buat typo. Cekidot langsung aja ~~~ yuhuuu *tlinkk*/ngilang/
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

part 1

            AUTHOR POV
            Kota seoul di pagi hari yang sedang diselimuti oleh awan mendung kini juga dirasakan oleh yeoja didalam ruang rawat di rumah sakit seoul, mukanya yang begitu kusut tak dapat memungkiri wajah indahnya. Pikiran yeoja itu sedang melanglang buana pergi ke hati seorang namja didepannya yang tengah terbaring lemah dengan kabel yang melilit tubuh kurusnya. Entah sudah berapa lama namja itu tak sadarkan diri, yang pastinya sudah lebih dari 2 minggu karena yeoja itu dengan setianya menunggu hingga aktivitas makan dan tidurnya terbengkalai dan sukses membuat suatu tanda di bawah matanya yaitu kantung mata yang benar-benar sudah mirip panda.
            Hari mulai beranjak siang, tapi yeoja itu belum berniat untuk beranjak dari sisi namja yang belum mau membuka matanya. “Sepertinya kau sangat nyaman dengan tidurmu kyu, hingga tak mau membuka mata” gumam yunhee kecil. Ya yeoja yang sedang berdiri itu adalah yunhee, kim yunhee seorang yeoja dengan perwatakan lembut dengan tinggi 170 dan berparas cantik itu. Sedangkan untuk namja didepannya adalah kyuhyun, cho kyuhyun namja berwatakan sadis dengan tinggi 180 serta kulit pucat dan wajah yang seperti malaikat tapi hatinya melebihi evil sungguhan, yang selalu ada disaat yunhee membutuhkannya, yang kini masih betah dalam tidur panjangnya alias koma. Tak ada yang tahu kapan namja ini akan bangun dari tidur panjangnya, hanya alat pendeteksi jantung yang masih menyala inilah yang menandakan bahwa kyu masih hidup dan bernapas.

            YUNHEE POV
“Kyu, kapan kau akan membuka matamu?” gumamku. Jujur saja aku sudah tak kuat melihatnya terus seperti ini. ingin rasanya aku menggantikan posisinya saat ini, tapi sepertinya kyu tak akan mengizinkan aku untuk bertindak seperti itu. Dia hanya mengizinkanku untuk terus tertawa dan selalu disampingnya sampai ia memejamkan mata untuk selamanya alasan dia melakukan itu adalah karna dia tidak bisa melihatku bersedih, dia tidak akan membiarkan air mataku tumpah. Jika memang air mataku tumpah dia tak akan malu untuk bertingkah konyol didepan umum hanya untuk menghapuskan air mata itu dari wajahku. Tapi apakah dia tahu kalau sekarang dialah penyebab air mataku jatuh setiap hari, melihatnya terbaring seperti ini dengan mata terpejam terus selama 2 minggu lebih ini? setidaknya kau membuka matamu kyu, dengan itu kau sudah membuatku lega walau tak sepenuhnya.
            Langit mulai menguning, menandakan waktu senja telah datang, kira kira sudah hampir seharian ini aku menunggumu hanya untuk sekedar membuka matamu kyu. Aku yang mulai merasa bosan hanya bisa memandangi wajah tampanmu kyu, menekan pipimua yang chubby dengan penuh rasa kasih sayang. Setelah puas memandangi wajahmu rasanya mataku mulai mengantuk, wajar saja sih karena memang sudah 2 minggu belakangan ini tidurku tak pernah tenang dikarenakan mimpi yang selalu hadir setiap malam tenangku. “Tapi kalau aku tertidur siapa yang akan menjaga kyuhyun, kalau dia bangun dan membutuhkan sesuatu bagaimana? Ah aku harus terjaga sampai dia sadar.” Batinku. Tetapi lama kelamaan kepalaku terasa berat, pandanganku mulai mengabur, suara pendeteksi jantung yang menandakan kyu masih hidup dan bernapas yang lama kelaman menghilang dan sepertinya kesadaranku pun sudah mulai hilang sepenuhnya.


            AUTHOR POV
Tak lama yunhee terlelap, jari kyu sudah mulai bergerak didalam genggaman yunhee dan kelopak matanya yang perlahan membuka menandakan bahwa kyu sudah sadar sepenuhnya, walau masih dengan alat bantu. Kyu menggumam kecil, ia menginginkan segelas air putih yang pastinya tak terdengar oleh siapapun terkecuali dirinya sendiri, kyu ingin membangunkan yunhee untuk meminta bantuannya tapi melihat yunhee yang sedang tertidur sangat pulas, kyu pun mengurungkan niatnya dan dia berusaha untuk mengambil air sendiri. Kyu juga berusaha agar kepala yunhee tidak jatuh dari lengannya saat sedang bersusah payah untuk mengambil air, tiba-tiba kepala yunhee yang bertumpu pada lengan kyu terjatuh juga dan membentur besi tempat tidur.
            JDUGG!!
            Hal ini menyebabkan yunheeterbangun secara paksa dari tidurnya sambil meringis kesakitan, diusapnya bagian kepala yang terantuk besi tempat tidur tanpa menyadari siapa orang yag menyebabkan kepalanya terantuk besi. Kyu yang memang tak sengaja langsung mengusap pelan kepala yunhee dan meminta maaf karena tak sengaja membangunkan yunhee. Yunhee yang belum sadar sepenuhnya hampir terjatuh dari kursi yang sedang didudukinya sekarang karena terkejut ketika menyadari tangan yang mengelus kepalanya dan suara yang sudah lama dia rindukan yang sedang meminta maaf kepadanya.
“YAK!! KYU KAU SUDAH SADAR?” teriak yunhee tepat berada dihadapan kyu yang membuat kyu segera menarik bibirnya keatas.
“biasa saja yunhee-a tak usah berteriak sekencang itu, ingat ini dirumah sakit” ingat kyu kepada yunhee, yang diingetinnya malah nyengir-nyengir gajelas.

               KYUHYUN POV
            “YAK!! KYU KAU SUDAH SADAR?” teriak yeoja ini tepat dihadapanku. Yak! yunheeku aku belum budek(?) tapi hampir ke budek(?) kenapa kau berteriak seperti itu sih seperti melihat apa saja -_-.
“biasa saja yunhee-a  tak usah berteriak sekencang itu, ingat ini dirumah sakit” ingatku pada yunhee, tapi yang diingetin malah nyengir 4 jari. Aku Cuma bisa geleng kepala melihat tingkahnya yang hampir sama dengan anak umur 6 tahun. Kalian yang melihat yeoja ini pasti tertipu dengan penampilannya, orang akan berpendapat bahwa yeoja ini sangat dewasa, keibuan, kuat dan blaa blaa lainnya, aslinya yaah kalian bisa lihat sendiri. Dia rapuh dan kekanakan.
“mian kyu, hehe..” ucapnya sambil cengengesan (?)
“aku terlalu kaget saat mendengar suaramu yang sedang meminta maaf dan melihat tanganmu mengelus kepalaku. Tapi kenapa kau membiarkan kepalaku membentur besi hingga benjol!! Ini akibat ulahmu tau!” serunya berapi-api sambil mengusap daerah yang benjol.
“kan aku sudah minta maaf, eo?” ujarku tak terima dibentak olehnya, sadarkah yunhee aku saja sadar dari tidurku yang panjang kenapa malah kau marahi. Aku sengaja mengembungkan pipi dan mengerucutkan bibirku. Tanda bahwa aku sedang bete atau ngambek. Aah hampir saja kelupaan, aegyoku tak boleh ketinggalan hehe..
“yasudahlah” kudengar suaranya sudah mulai melembut, haha jurus tadi mempan juga. Aigo! suara ini, suara yang sangat kurindukan selama 2 minggu ini, selama aku tertudur panjang akibat sakitku ini.
            Saat aku ingin angkat bicara lagi kurasakan kerongkonganku sangat kering, aku langsung ingat dengan niat awalku yang ingin minum air putih tertunda akibat kepala yeoja ini membentur besi tempat tidur. segera saja kuangkat tangan kananku, tapi mengapa begitu susah untuk menggapai gelas yang jaraknya kurang dari 2 meter disebelah kiri tempat tidurku, aku baru ingat kalau gejala ini memang sudah seharusnya muncul harusnya tadi aku gak usah heran, aku masih berusaha agar tanganku mau mengangkat walau masih sedikit gemetar. Lalu kulihat gelas itu sudah berpindah ketangan yunhee, yunhee langsung mengambilkan sedotan untuk membantu aku minum. “kau belum boleh banyak gerak, biar aku yang pegang gelasnya kau minum menggunakan sedotan saja ya?”ucapannya terdengar tulus dengan kasih sayang. Ah aku benar-benar tak salah pilih gadis, walau pertemuan kami secara tak sengaja, tetapi bukan berarti kami bertemu dengan cara yang biasa kalian liat di televisi dengan menyenggol lengan seorang gadis yang sedang membawa buku dan nantinya akan saling membantu untuk memungut buku, kenalan, selanjutnya yah kalian tahulah “berpacaran”. Itu sudah sangat basi, yang berbeda dari pertemuan tak sengaja kami adalah dengan suara dentuman disertai dengan ledakan yang keras, darah dan air mata. Itulah awal pertemuan kami. Sekitar 4 tahun yang lalu.
            #Flashback on
            KYUHYUN POV
            “tumben sekali jalanan siang ini sepi” gumamku sambil terus berkonsentrasi dengan jalanan didepan. Tiba-tiba ada suara ban memutar beserta dengan decitan yang lumayan keras disusul dengan suara dentuman, kuyakini ini adalah tabrakan mobil. Tak lama setelah suara itu terlihat kepulan asap yang menjulang tinggi didepan sana, sepertinya tempat kejadiannya tak terlalu jauh dari tempatku berada sekarang, mengingat suara tabrakan tadi sangat jelas terdengar oleh telingaku. Kulihat lagi jalanan yang sepi dan mulai berpikir pasti tidak ada orang yang melihat kejadian ini, walaupun ada pasti mereka yang berasal dari arah yang berlawanan. aku langsung mempercepat laju mobilku untuk segera tiba di TKP. Tak sampai 5 menit aku sudah sampai tempat kecelakaan, benar kataku disini bahkan tak ada mobil lain selain mobilku yang berhenti tepat didepan mobil yang terlibat kecelakaan itu. Langsung saja kuhubungi ambulance dan kepolisian setempat mengingat mobil itu sudah benar benar rusak parah, kuyakini bahwa pemilik kedua mobil itu pasti sudah tak bernyawa bukan berarti aku menyumpahi tapi kalau kalian melihat sendiri bagaimana kondisi mobil itu saat ini kalian juga akan berpikiran sama denganku. Langsung kuhampiri salah satu dari mobil yang ringsek tak berbentuk itu untuk memastikan keadaan penumpangnya barangkali saja dugaan pertamaku melesat. Setelah kuperiksa, BINGO dugaan pertamaku benar bahwa tak ada yang selamat dalam kecelakaan ini.
            “Hikss hikss.. eomma appa hikss.. huweeeeee!!”
Itu suara orang menangis bukan? Tapi dimana orangnya, rasanya tak ada orang hidup lagi disini selain aku pikirku bingung. Kutelusuri lagi tempat ini berharap orang yang nangis tadi bener adanya. Ooh ternyata seorang yeoja yang imut(?) sedang menangis di samping ahjussi yang sudah tak sadarkan lagi. Keadaan ahjussi itu sangat mengenaskan dengan darah dimana mana, mobil yang ditumpangi ahjussi itu meyakinkanku kalau mobil itulah yang ditabrak. Yeoja yang tak kuketahui namanya itu memegang sebuah piagam dan kertas yang sudah bercampur dengan darah. Kulihat wajahnya yang putih dan badannya yang masih mengenakan seragam sudah banyak luka dan darah tapi kayaknya dia udah gak peduli sama semua luka yang ada di wajah dan badannya, yang dia pedulikan kini hanyalah ahjussi yang terkapar di dekat pintu mobilnya dan seorang ahjumma yang masih terkurung didalam mobil dengan tangan yang menjuntai keluar dari jendela. Instingku sebagai namja angel bangkit dan menyuruh untuk mendekat kepada yeoja itu dan menenangkannya. Kutenangkan yeoja itu, dia menangis tersedu sambil terus terusan memanggil appa dan eommanya yang sudah tak bernyawa lagi. Kulihat sekilas kertas yang dipegangnya KIM YUNHEE, itukah namamu yeoja imut? Saat aku mau melihat lebih jelas kertas apa itu, kertas itu sudah telanjur terjatuh dari genggamannya.
“tenanglah agasshi, ambulance dan bala bantuan yang lainnya sebentar lagi akan datang” ucapku sambil menepuk nepuk pundak yeoja bernama kim yunhee ini, kasihan juga sih melihatnya seperti ini. kupalingkan wajahku dari yeoja ini, tak tahan lama-lama melihat air mata yang terus menerus jatuh dari pelupuk matanya yang bagiku indah itu (?), mataku mengikuti tatapan yeoja itu dan aku menangkap sebuah sosok ahjussi dan ahjumma dengan menggunakan baju berwarna putih dengan wajah yang bersinar itu diujung pohon sana mulutnya seperti berbicara dengan anaknya dan beralih kepadaku, seperti mengucapkan sesuatu yang kalau kutebak “kami percaya kepadamu nak, tolong jaga putri kami yang lemah ini”. Aku bingung, bagaimana aku harus menjawab kenal saja baru, masa iya disuruh ngejagain(?). Dari kejauhan bisa kudengar suara ambulance datang mendekat, sosok tadi menghilang begitu suara ambulance terdengar. Mereka, orang orang paramedis langsung membawa orang orang yang tak bernyawa itu kedalam mobil ambulance, saat mereka membawa ahjussi beserta istrinya berjalan melewatiku, kulihat wajahnya yang sangat mirip dengan sosok ahjussi yang kutemui tadi. Akulah yang akhirnya dimintai keterangan oleh polisi poilisi disana itu dikarenakan akulah yang mendengar suara tabrakan dan menelpon mereka, namun aku tak bisa menjalaskan secara rinci kejadiannya karena aku tak melihat aku hanya mendengar suara saja. Setelah sesi Tanya jawab yang membuat kepalaku sangat pusing, kualihkan mataku untuk mencari sosok yeoja itu, aku menemukannya sedang berjongkok sambil memeluk lututnya sendiri. Terpancar jelas dari wajahnya kalau saat ini dia sangat ketakutan. Perlahan kudekati yeoja itu dan duduk disampingnya sambil berusaha untuk mengajaknya berbicara setidaknya satu atau dua patah kata itu tak masalah daripada dia diam seperti ini.
“aghassi, apakah luka lukamu telah diobati oleh paramedis?”tanyaku.
Dia hanya diam, tak menjawab tatapan matanya yang kosong dan menyiratkan kepedihan yang sangat mendalam. Pandangannya lurus kedepan mengikuti gerak gerik orang orang paramedis yang mengangkut appa dan eommanya.  Sepertinya lebih baik dia menangis daripada harus berdiam seperti ini.
            BRUKKK!!! PLAANGG!!!
Dia pingsan, dan kepalanya menghantam pembatas jalan cukup keras dan badannya langsung merosot ke pelukanku. Tanpa pikir panjang langsung saja kubopong badannya ke mobilku kalau kuserahkan kepada paramedis yang sedang sibuk, aku takut mereka menyangka bahwa yeoja ini juga salah satu korban meninggal dari kecelakaan ini. jadi aku hanya membawanya kerumah sakit dimana appa dan eommanya dibawa oleh paramedis.
            Melihatnya yang sedang terbaring lemah dengan luka yang menghiasi ditubuhnya membuatku berpikir sepertinya aku mulai menyukai yeoja ini. aku tau ini gila, menyukai yeoja yang baru kukenal 2 jam yang lalu. Tapi siapa sangka kalau awal pertemuan ini akan menjadi sebuah lembaran hidup kita yang baru. Kita lihat saja. Dan mungkin aku akan mengikuti apa yang dikatakan oleh sosok ahjussi tadi. Aku Cho Kyuhyun akan menjaga yeoja ini, tak kubiarkan airmata jatuh dari pelupuk matanya yang indah membasahi wajahnya yang mulus dan cantik, takkan kubiarkan dia menderita. Disitulah aku mulai mencintainya dan berniat untuk menjaganya hingga aku tak dapat lagi merasakan nikmatnya dunia.
            Flashback Off#
“yunhee-a apa kau lapar?” tanyaku yang dijawab oleh seringaian dari wajah cantiknya. “aku lapar kyunie-a, waeyo? Apakah kau juga lapar?” aigooo yunhee ingin sekali aku mempertahankan seringaian diwajahmu yang seperti itu, sangat terlihat begitu murni cantiknya *kyu gombal*
“aku juga lapar yunhee-a, kalau begitu.. kita pergi ke kantin saja.” Rengekku  yang langsung dihadiahi jitakan oleh yunhee. aku mengelus kepalaku yang baru saja kena jitakan yunhee. “yakkk! Appo yunhee-a” rintihku
“kyu-ah kau baru sadar, lebih baik kau istirahat dulu ya. Akan aku panggilkan sungmin oppa dulu, tadi aku kelupaan saking senangnya melihat kau sadar.” ujarnya sambil menyunggingkan sebuah senyuman manis tanpa rasa bersalah karena telah mengakibatkan aku amnesia sesaat. Walau itu bukanlah jawaban yang kuinginkan tapi itu ada benarnya juga, kaki beserta badanku memang mulai agak sulit untuk digerakkan karena factor penyakit apalagi ditambah karena sudah 2 minggu ini aku tertidur diranjang rumah sakit. Oh iya sungmin hyung adalah dokter dirumah sakit ini, dan dia adalah sunbaeku saat aku masih kuliah dulu, kami sangat akrab. Aku menggapnya sebagai hyungku disaat siwon hyung tak ada. Dia juga mengenal baik yunhee. Saat yunhee hendak meninggalkanku untuk memanggil sungmin hyung, aku langsung menarik tangannya dan dia berbalik dengan menyertakan tatapan bertanya ‘ada apa?’
“setelah aku diperiksa oleh hyung aku ingin kau menyuapiku makan, otte?” ucapku manja walau setengah memaksa, sebenernya juga aku malas diperiksa oleh hyung karna hanya menganggu waktu berduaku dengan yunhee, lagipula aku sudah tau apa yang kira kira akan disampaikan padaku.
Yunhee yang masih menatapku pun mengeluarkan suara indahnya. “tanpa kau suruh juga aku akan melakukannya tuan cho yang tampan.” Aku tersenyum bahagia, jujur aku suka dengan panggilan itu hehe.. tapi senyum diwajahku hilang seketika dan digantikan dengan mengkerutnya kedua alisku setelah yunhee berkata “aku prihatin dengan badanmu yang krempeng dan wajahmu yang tirus juga mulai ditumbuhi jerawat itu.” Dia keluar kamarku dengan tawanya yang membahana.

            YUNHEE POV
            Saat aku hendak berbalik untuk menemui sungmin oppa, tiba tiba tanganku seperti ditarik oleh seseorang walau tarikannya tak begitu kuat tapi cukup membuatku terhuyung dan menoleh. Aku menatap kyu dengan pandangan bertanya ‘ada apa?’ dan seolah dia mengerti dengan tatapanku dia langsung menjawab. “setelah aku diperiksa oleh hyung aku ingin kau menyuapiku makan, otte?” aah kyu kau mau bermanja denganku  ternyata hoho..? lihatlah ini dan rasakan haha
Kujawab saja dengan sekenan hati “tanpa kau suruh juga aku akan melakukannya tuan cho yang tampan.” Kulihat dia tersenyum setelah mendengar perkataanku tadi, seperti biasa dia akan senang jika kupanggil seperti itu. “aku prihatin dengan badanmu yang krempeng dan wajahmu yang tirus juga mulai ditumbuhi jerawat itu.”kuperhatikan wajahnya yang mulai berubah menjadi tatapan akan membunuh, Kubalikkan badanku menuju pintu keluar dan segera keluar dari ruangan itu sambil tertawa sepuasnya. Aku berlari kecil menuju ruangan sungmin oppa. Saat aku ingin mengetuk pintu kudengar sungmin oppa sedang berbincang dengan temannya yang sesama dokter mungkin. Aku yang tak ingin menganggu memutuskan untuk menunggu didepan ruangannya, saat berbalik tak sengaja kudengar sungmin oppa menyebut nama kyu. Aku yang penasaran langsung menguping saja mumpung di lorong ini sepi.
*yang di bold percakapan para uisa* S=sungmin D=dong hwon/uisa*
S= “dong hwon-ssi bagaimana menurutmu tentang penyakit pasienku yang bernama kyuhyun itu?”Tanya sungmin oppa dengan nada lesu
D= “saya sih kurang yakin dia akan bertahan lama dengan penyakitnya ini, mengingat penyakit ini sudah mulai memasuki tahap yang lebih parah lagi”
DEEEGG!!  Apa aku tak salah dengar? Kyu-ku akan bertahankan?
S= “apa memang tak bisa dicegah lagi dong hwon-ssi? Aku tak tega melihatnya yang sudah mulai susah menggerakan anggota badannya” terdengar nada gusar di dalam perkataan sungmin oppa ini. eeh tapi apa tadi katanya? Susah menggerakkan anggota tubuh? Kalau dilihat secara seksama memang iyasih kyu agak susah untuk menggerakkan tangannya tadi. Tapi apa memang penyakit kyu sangat parah? Bukannya kyu hanya menderita demam berdarah saja? Dan dia koma karena trombositnya yang turun secara drastis. Sebenarnya kyu sakit apa? Aaarghh aku frustasi berdebat dengan diri sendiri, lebih baik nanti aku tanyakan dengan sungmin oppa.
D= “sebenarnya penyakit yang diturunkan secara genetik ini tidak dapat dicegah. Namun, saat ini banyak penelitian yang sedang dilakukan untuk memahami penyakit ini lebih lanjut. Jadi intinya saat ini belum bisa menentukan pencegahan dengan apa. Palingan kita hanya memberikan obat anti nyeri dan untuk memperlambat penyebaran saja. Obat-obat yang diberikan bersifat simtomatik saja, terutama untuk memperbaiki fungsi motorik dan ataksia. Bukan untuk menyembuhkan ingat itu.” Ujarnya panjang lebar
Sekarang aku benar benar dibuat pusing dengan arah pembicaraan ini, kyu separah itukah penyakitmu?
D= “oh iya sungmin-ssi apakah hyungnya kyu sudah mengetahui tentang penyakit dongsaengnya ini?”Tanya dong hwon uisa dengan wajah penasaran
S= “sepertinya sudah, tapi aku kurang yakin juga. Memangnya ada apa dong hwon-ssi?” tanyanya balik sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
D= “animnida, just ask. Kamsahamnida sungmin-ssi sudah mau berdiskusi tentang penyakit ataksia denganku.” Ucapnya tulus dengan senyuman di wajahnya.
S= “ne, cheonmaneyo. Senang berdiskusi denganmu juga dong hwon-ssi. Mari kuantar kau sampai parkiran.” Tawar sungmin oppa, namun betapa kagetnya kedua dokter itu saat membuka pintu didapatinya yunhee yang tengah berdiri sambil menguping.
S= “yunhee sedang apa kau?” Tanya sungmin oppa dengan nada bingung. Aku hanya diam tak bergeming, merasa pertanyaannya tak kujawab dia menyuruhku untuk masuk dan menungguku didalam. Setelah itu aku masuk dan menunggu sungmin oppa yang sedang mengantar temannya yang sesame dokter itu. Sekitar 5 menit sungmin oppa pun masuk keruangannya dan langsung duduk didepanku, sebelum dia mulai berbicara lebih baik jika aku duluan yang  menanyakan tentang pembicaraan tadi. “apa itu ataksia oppa? Separah itukah apakah penyakit kyu?” tanyaku dengan nada dingin tanpa memandang wajah sungmin oppa.

            SUNGMIN POV
            “ne, cheonmaneyo. Senang berdiskusi denganmu juga dong hwon-ssi. Mari kuantar kau sampai parkiran.” Tawarku di sertai dengan senyuman. Dan dibalas dengan anggukan dong hwon-ssi. Tapi betapa terkejutnya aku aah ani kami berdua maksudnya saat membuka pintu dan melihat yeoja yang sangat kukenal yang tak lain adalah yunhee ini berdiri mematung didepan pintu dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Aku yakin pasti dia mendengar pembicaraan antara aku dan dong hwon-ssi. Tak mau berlama dengan suasana canggung aku langsung memecah keheningan dengan menyuruh yunhee ini masuk terlebih dahulu dan menungguku didalam, aku pamit padanya untuk mengantarkan dong hwon-ssi keparkiran terlebih dahulu. Setengah berlari aku langsung masuk ke dalam ruanganku yang sudah lama kutempati ini dan kulihat disana sudah ada yunhee menungguku. Saat aku hendak angkat bicara dia sudah berbicara lebih dahulu. ““apa itu ataksia oppa? Separah itukah apakah penyakit kyu?” tanyanya dengan nada dingin, bahkan dia tak mau melihat wajahku.
“yunhee lihat aku terlebih dahulu.” Jawabku datar
“shireo oppa, aku ingin tau terlebih dahulu penyakit apa yang diderita kyuhyun? Bukankah kata oppa dia hanya mengalami demam berdarah?!” jawabnya setengah berteriak namun tetap tak melihat wajahku.
“yunhee tataplah wajah orang yang sedang kau ajak biacara!” gertakku. Aku tak suka jika ada orang yang berbicara denganku tapi tidak melihat wajahku alias membuang muka.
Ternyata dia menurut dan mau melihat wajahku, tapi aku kaget saat melihat wajahnya yang penuh dengan air mata. Aku segera bangkit untuk menenangkannya, tapi dia menyuruhku untuk duduk saja. “o..oppa jawab p..p..ertanyaanku dulu, apa itu ataksia? A.. a..apakah itu parah oppa? Hikss..” tanyanya dengan isakan yang tertahan. Baiklah ini akan aku jelaskan!
“baiklah yunhee, sepertinya memang seharusnya kau mengetahui ini tetapi kau harus ingat satu hal padaku. Jangan menunjukkan kesedihan yang kentara saat didepan kyuhyun, dia pasti sedih saat dia tau kalau kau mengetahui tentang penyakitnya ini. kau cukup bersikap biasa seperti saat kau bellum mengetahui penyakitnya. Otte?” ucapku seraya memperingatkan.
“ne oppa, yakssoke”  ucapnya sambil membersihkan air matanya dengan punggung tangannya. Lantas kuberikan tissue yang memang tersedia di ruanganku.
“sebenarnya kyuhyun mengidap penyakit Ataksia Friedreich sejak 2 tahun yang lalu, tepatnya sesudah dia megalami kecelakaan mobil itu. Kau ingat bukan saat itu kyuhyun mengalami pendarahan di otak, saat itulah kyuhyun mengalami ataksia.” Aah mianhae kyu, aku terpaksa memberi tahu kepada yeoja tersayangmu perihal penyakitmu, aku tak tega melihat dia menangis seperti orang bodoh yang tak tahu apa apa tentangmu.

            KYUHYUN POV
            Aah kemana yeoja itu, kenapa dia belum balik dari ruangan hyung? Apa dia kabur karena takut aku cincang karena sudah berani mengatakan hal seperti itu padaku? Aissh nan paboya mana mungkin dia kabur hanya karena masalh itu rutukku sambil memukul pelan kepalaku. Mungkin dia kekantin untuk membeli beberapa makanan dan minuman. Sudah 1 jam 25 menit sejak yunhee meninggalkan ruanganku dengan tawanya yang membahana, tapi dia belum balik juga keruanganku. Selama itu pula aku sibuk berspekulasi sendiri kenapa dia selama ini, padahal seingatku ruangan hyung itu dilantai 6 dan hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk sampai kesana itupun kalau lagi ada kendala di lift, tapi kenapa bisa selama ini? aah sudahlah kyu, nanti juga yunhee akan kembali. 5 menit berlalu, belum kurasakan kehadiran yunhee atau sungmin hyung diruanganku. Tiba tiba aku merasakan ingin ke kamar kecil untuk melaksanakan tugas hehe^^.. tapi aku merasakan semakin susah untuk menggerakan tangan dan kakiku, aku berpikir mungkin ini salah satu dari gejala yang ditimbulkan oleh penyakitku. Aku berusaha sebisa mungkin untuk bisa menggerakan tangan dan kakiku, saat aku hampir bisa berdiri dengan mengandalkan tiang infus sebagai penopang badanku, kurasakan tiba tiba pintu ruanganku terbuka dan menyembulah sosok sungmin hyung yang terlihat senang dan dibelakangnya kulihat ada yunhee tapi kenapa mukanya seperti orang habis menangis? Apakah dia benar benar ketakutan denganku haha*narsis nian uri kyu -_-*
            Karena badanku yang tak seimbang alhasil aku terjerembab kebawah, tapi sebelum badanku yang tinggi ini menyentuh lantai aku merasa ada yang menahanku, kudongakkan wajahku untuk melihat siapa yang menahanku. Ternyata sungmin hyung, dengan sigapnya dia berlari untuk membantuku berdiri.
“kau mau kemana kyu?” Tanya sungmin hyung dngan nada khawatir.
“aku ingin ke kamar kecil hyung.” Jawabku dengan muka manis
“biar ku bantu kyu.” Tawar sungmin hyung sambil menuntunku menuju kamar mandi. Kutengokkan kepalaku kebelakang dan melihat yunhee yang melihatku sambil menitikkan airmata dan segera memalingkan wajahnya saat tau kalau aku melihatnya menangis. Aku sudah selsai dengan tugasku ini dan aku langsung berpikir untuk menanyakan kenapa saat yunhee melihatku berjalan dengan tertatih dia menangis, apakah hyung memberi tahu soal penyakitku kepadanya?
“ya, hyung kenapa tadi yunhee begitu lama diruanganmu?” tanyakku langsung
“ah mian kyu, tadi ada temanku yang sedang berdiskusi denganku jadinya yunhee kusuruh menunggu diluar, setelah diskusiku selesai dia baru masuk dan bercerita bahwa kau sudah sadar kyu dia terlihat begitu senang.” Ucap sungmin hyung sambil tersenyum miris. Kulihat wajahnya yang terlihat sedikit pucat.
“yak hyung! Kenapa wajahmu pucat seperti itu hyung, juga kenapa kau tak melihatku saat berbicara, malah asik dengan burung dijendela saat?!!” tanyaku sambil memanyunkan bibir dan memalingkan wajahku ke arah jendela, melihat apa yang dilihat oleh sungmin hyung.
“mungkin karena aku belum makan daritadi siang kyu. Mianhae kyu, jeongmal mianhae” ucap sungmin hyung penuh dengan nada lemah. Ada apa ini? kenapa hyung jadi seperti ini, apa memang bener kalau sungmin hyung belum makan? “kau kenapa hyung?” tanyaku penasaran. *kyu kepo*
“mianhae kyu-ah jeongmal mianhae kyu, aku tak bisa menepati janjiku.” Jawabnya sambil menundukkan wajahnya. Walau tak yakin, tapi lebih baik jika ditanyakan. “apakah kau memberi tahu pada yunhee soal penyakitku hyung?” tebakku dan langsung membuat kepala sungmin hyung terangkat. Ah ternyata dugaanku benar. Dan sungmin hyung hanya bisa terdiam sambil memandangi wajahku yang berubah menjadi lesu.
“gwaenchanha hyung, sudah seharusnya yunhee mengetahui hal ini. aku tak bisa terus menerus membohonginya hyung.” Ucapku menahan tangis yang entah kenapa rasanya ingin keluar begitu saja. Kubasuh dengan cepat wajahku dengan air dan bergegas keluar sebelum yunhee curiga denganku yang terlalu lama dikamar mandi bersama hyung.

            YUNHEE POV
            Sepeninggal dari ruang sungmin oppa, perkataannya masih terus terngiang dikepalaku bahwa kyuhyun menderita penyakit yang bahkan obatnya tak ada. Apakah orang sebaik kyuhyun harus menerima cobaan berat seperti ini. setelah penjelasan panjang lebar yang diberikan oleh sungmin oppa tentang penyakit kyuhyun, aku langsung memberitahu maksud kedatangan ke ruangannya kalau kyuhyun sudah sadar aku takut kyu menungguku terlalu lama, lagipula dia sendirian saat ini dikamarnya kalau dia mau apa apa bagaiaman> siapa yang akan membantunya kalau aku tak ada, siwon oppa? Dia masih terlalu sibuk dengan urusannya di jepang sejak 3 tahun yang lalu. Lantas kami langsung berlari menuju ruangan yang terletak dilantai 4 itu. Tertera angka 8888 didepan pintu kamarnya dan langsung dibuka oleh sungmin oppa, benar apa yang kukatakan tadi,kyu terlihat sangat susah untuk berdiri. Aku yang melihat kyu sedang bersusah payah untuk berdiri dan berjalan tak kuasa menahan air mata. Kembali teringat perkataan sungmin oppa saat diruangannya tadi. ‘Ataksia Friedreich disebabkan kemunduran jaringan saraf pada urat saraf tulang belakang (spinal cord) dan saraf yang mengendalikan gerakan otot pada lengandan kaki. Urat saraf menjadi tipis dan sel-sel saraf kehilangan serabut myelin.  Ataksia Friedriech, meskipun jarang merupakan ataksia yang paling sering diturunkan dan terjadi pada wanita dan pria dengan risiko yang sama. Ataksia dominan sering muncul pada umur 20 tahun sampai 30 tahun atau bahkan lebih tua lagi. Kadang individu dapat tidak menunjukkan gejala sampai usia 60 tahun.
Biasanya keseimbangan dan koordinasi yang dipengaruhi pertama kali. Tidak adanya koordinasi tangan, lengan dan kaki dan kemampuan berbicara adalah gejala umum lainnya. Berjalan menjadi semakin sulit dan ditandai oleh berjalan dengan menempatkan kaki semakin jauh untuk mengimbangi keseimbangan yang buruk.
Gangguan koordinasi lengan dan tangan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan kontrol gerak yang baik seperti menulis dan memakan. Gerakan mata yang lambat dapat dilihat pada beberapa bentuk ataksia. Seiring berjalannya waktu, ataksia dapat mempengaruhi kemampuan berbicara & menelan.
Ataksia yang diwariskan merupakan kelainan degeneratif yang berkembang selama beberapa tahun. Seberapa parah dan kemungkinan berujung pada kematian tergantung tipe ataksia, usia dimulainya gejala dan faktor lain hanya sedikit dipahami saat ini. Komplikasi saluran pernapasan dapat menjadi fatal pada orang yang 
bed bound atau memiliki masalah menelan yang parah.’ 
            Mungkin itu baru gejala yang ditimbulkan oleh penyakitnya. Saat aku sedang melihatnya seperti itu entah kenapa air mata ini sulit sekali untuk berhenti, tiba tiba kyuhyun melihatku yang menangis segera saja kutolehkan kepalaku kearah yang lain agar kyu tak melihat aku menangis…karenanya. Aku menunggu kira kira 30 menit, tapi kenapa kyu dan oppa lama sekali ya dikamar mandi, apa mereka membicarakan aku? Yak! Geer sekali kau kim yunhee. 5 menit setelahnya kudengar pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan wajah kyu yang segar tapi pucat dan tirus seperti apa yang kukatakan tadi untuk mengejeknya dan dibelakangnya terlihat sungmin oppa yang wajahnya tak kalah kusut dengan benang wol yang sering digunakan untuk mainan kucing dirumah tetanggaku. Aku segera membantu kyu untuk duduk ditempat tidurnya dan segera menyiapkan makanan yang tadi kuminta pada perawat saat kyu dikamar mandi, setelah diperiksa oleh oppa, kyu sudah mulai menagih janji yang tadi di omongin sebelum aku keruangan sungmin oppa, sungmin oppa hanya bisa geleng kepala melihat tingkah dongsaengnya ini, setelah memeriksa kyu sungmin oppa langsung beranjak pamit untuk kembali keruangannya. Tak lama sungmin oppa keluar dari ruang rawat kyu, aku langsung mengambil mangkuk bubur dan bersiap menyuapi kyu, tapi kyu malah memasang tampang betenya yang bagiku begitu menggemaskan.
“yak! Kau kenapa kyu, aku kan sudah menepati janjiku untuk menyuapimu makan.” Semburku dengan menggembungkan kedua pipiku, biasanya kalau aku bertindak seperti ini kyu akan langsung mencubit pelan pipiku. Dan BINGO! Kyu langsung mencubit kedua pipiku sambil  berkata.” Kau lupa eo? Kalau tuan cho itu tidak suka bubur?” jawabnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya. Oh iya aku lupa kalau kyu tidak suka makanan encer ini. “tapi kyu perawat memberikanku ini, jadi untuk kali ini aja kau makan, ne jebal kyu?” paksaku dengan nada semanis mungkin agar kyu mau memakan makanan encer ini. “lagipula kyu, kau sudah tak makan selama 2 minggu lebih, jadi dengan sangat terpaksa aku harus menyuruhmu memakan ini. besok akan kubelikan kau bulgogi otte?” bila mendengar makanan kesukaannya saja dia baru mau membuka mulutnya, hufftt kyu kau ini umur berapa sih? Tingkahmu mirip anak umur 7 tahun. Namun baru beberapa suap kyu sudah mengeluarkan suaranya lagi. “ ah iya yunhee-a” cihh tampang itu benar benar membuatku berpikir kalau kau memang benar anak umur 7 tahun kyu-ah >.<. “waeyo kyu? Kenapa nada bicaramu seperti itu?” pasti ada maunya nih namja pikirku. “aku ingin PSPku yunhee ..” mwo!! Apa aku tak salah dengar? Namja itu meminta benda itu kepadaku, berarti aku harus mengambil kerumahnya yang super duper luas. Dan itu berarti aku harus bertemu dengan siwon oppa, oppa yang super duper ganteng  *dikerekkyumin* eeh tapi kan siwon oppa sedang dijepang ne? nan paboya rutukku dalam hati.
“aah kyu aku gak yakin kalau masalah yang PSP itu, mian hehe. Aku malas jika harus kerumahmu yang luas itu seorang diri.” Tolakku halus. Sungguh aku tak ingin melihat muka sedihnya itu, yang aku ingin lihat hanya muka bahagianya.
“kalau begitu besok antarkan aku pulang saja, aku kangen dengan hyungku dirumah. Dan ini tak bisa dibantah. Kau harus mau!” huuh kalau sudah begini aku tak akan bisa mengelak lagi, sifat pemaksanya sudah keluar dan itu benar benar harus dituruti kalau kau ingin selamat. Tapi apakah kyu belum tahu kalau hyungnya masih berada dijepang untuk mengurusi pekerjaannya? Dia menyangka kalau hyungnya itu berada dirumah dan berharap mendapat pelukan hangat dari badan kekar milik hyung satu satunya itu. Aku jadi merasa prihatin dengannya. Tapi yah kita lihat besok sajalah dirumah kyuhyun yang luas itu.
            Ku tengok kearah kyu yang sedang sibuk menonton televisi. Dan mulai angkat bicara “kyuhyun, apakah kau mengizinkanku untuk menginap disini?” aku yakin dengan jawabannya yang sangat tegas mengatakan TIDAK! Tapi setidaknya aku mencoba mengatakannya dulu. “Silahkan saja yunhee ya kalau kau mau menginap disini, lagipula aku bosan jika malam ini aku harus begadang seorang diri” jawaban yang sangat mengejutkan dari mulutnya. WOW!! DAEBAK!! Hahaha.. tapi apa tadi katanya? Begadang seorang diri? Jadi malam ini dia mau begadang ya?! Lihat saja kau tak akan selamat kalau kau berniat begadang malam ini. *mengeluarkan smirk evil punyanya kyuhyun hahah*
TBC

mian kalau typo sekali lagi, RCL plis. Gomawo ^^ *bow*

1 komentar: