Tittle :A guardian angel had to be helped chapter 1
KYUHYUN POV
Author
:Lee yun bi
Main
Cast :Cho KyuHyun
Kim yunhee (OC)
Cho siwon (pemaksaan) (kyu brother’s)
Another
Cast :Lee
SungMin
Kang DongHwon (OC)
emak babehnya yunhee dan emak babehnya kyu (OC)
serta other cast lainnya bisa kalian temukan sendiri
Genre
: Sad, angst, romance (maybe), humor juga(maybe)
Rating
: G
Length : maybe 3 chapter
Disclaim : ff ini asli milik saya, keluar
dari otak saya. Gak percaya? Buka aja otak saya :p haha oke canda ;) kyu dan
sungmin hanya milik saya seorang hoho *dirajamSparKyu, dibantai Pumpkins* dan
sisa dari cast itu milik yang punya yaitu saya ^^v
Author’s note
Ini ff pertama yang aku buat, bukan pertama banget sih cause
udah banyak tulisan yang sering aku buat tapi untuk mengkhayal kayak gini
kayaknya baru ini deh hehe. Mian kalau banyak TYPO bertebaran, gak ada niat
buat typo. Cekidot langsung aja ~~~ yuhuuu *tlinkk*/ngilang/
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
part 1
AUTHOR POV
Kota
seoul di pagi hari yang sedang diselimuti oleh awan mendung kini juga dirasakan
oleh yeoja didalam ruang rawat di rumah sakit seoul, mukanya yang begitu kusut
tak dapat memungkiri wajah indahnya. Pikiran yeoja itu sedang melanglang buana
pergi ke hati seorang namja didepannya yang tengah terbaring lemah dengan kabel
yang melilit tubuh kurusnya. Entah sudah berapa lama namja itu tak sadarkan
diri, yang pastinya sudah lebih dari 2 minggu karena yeoja itu dengan setianya
menunggu hingga aktivitas makan dan tidurnya terbengkalai dan sukses membuat
suatu tanda di bawah matanya yaitu kantung mata yang benar-benar sudah mirip
panda.
Hari
mulai beranjak siang, tapi yeoja itu belum berniat untuk beranjak dari sisi
namja yang belum mau membuka matanya. “Sepertinya kau sangat nyaman dengan
tidurmu kyu, hingga tak mau membuka mata” gumam yunhee kecil. Ya yeoja yang sedang
berdiri itu adalah yunhee, kim yunhee seorang yeoja dengan perwatakan lembut
dengan tinggi 170 dan berparas cantik itu. Sedangkan untuk namja didepannya
adalah kyuhyun, cho kyuhyun namja berwatakan sadis dengan tinggi 180 serta kulit
pucat dan wajah yang seperti malaikat tapi hatinya melebihi evil sungguhan, yang
selalu ada disaat yunhee membutuhkannya, yang kini masih betah dalam tidur
panjangnya alias koma. Tak ada yang tahu kapan namja ini akan bangun dari tidur
panjangnya, hanya alat pendeteksi jantung yang masih menyala inilah yang
menandakan bahwa kyu masih hidup dan bernapas.
YUNHEE POV
“Kyu, kapan kau akan membuka
matamu?” gumamku. Jujur saja aku sudah tak kuat melihatnya terus seperti ini.
ingin rasanya aku menggantikan posisinya saat ini, tapi sepertinya kyu tak akan
mengizinkan aku untuk bertindak seperti itu. Dia hanya mengizinkanku untuk
terus tertawa dan selalu disampingnya sampai ia memejamkan mata untuk selamanya
alasan dia melakukan itu adalah karna dia tidak bisa melihatku bersedih, dia
tidak akan membiarkan air mataku tumpah. Jika memang air mataku tumpah dia tak
akan malu untuk bertingkah konyol didepan umum hanya untuk menghapuskan air
mata itu dari wajahku. Tapi apakah dia tahu kalau sekarang dialah penyebab air
mataku jatuh setiap hari, melihatnya terbaring seperti ini dengan mata terpejam
terus selama 2 minggu lebih ini? setidaknya kau membuka matamu kyu, dengan itu
kau sudah membuatku lega walau tak sepenuhnya.
Langit
mulai menguning, menandakan waktu senja telah datang, kira kira sudah hampir
seharian ini aku menunggumu hanya untuk sekedar membuka matamu kyu. Aku yang
mulai merasa bosan hanya bisa memandangi wajah tampanmu kyu, menekan pipimua
yang chubby dengan penuh rasa kasih sayang. Setelah puas memandangi wajahmu rasanya
mataku mulai mengantuk, wajar saja sih karena memang sudah 2 minggu belakangan
ini tidurku tak pernah tenang dikarenakan mimpi yang selalu hadir setiap malam
tenangku. “Tapi kalau aku tertidur siapa
yang akan menjaga kyuhyun, kalau dia bangun dan membutuhkan sesuatu bagaimana?
Ah aku harus terjaga sampai dia sadar.” Batinku. Tetapi lama kelamaan
kepalaku terasa berat, pandanganku mulai mengabur, suara pendeteksi jantung
yang menandakan kyu masih hidup dan bernapas yang lama kelaman menghilang dan
sepertinya kesadaranku pun sudah mulai hilang sepenuhnya.
AUTHOR POV
Tak lama yunhee terlelap, jari
kyu sudah mulai bergerak didalam genggaman yunhee dan kelopak matanya yang
perlahan membuka menandakan bahwa kyu sudah sadar sepenuhnya, walau masih
dengan alat bantu. Kyu menggumam kecil, ia menginginkan segelas air putih yang
pastinya tak terdengar oleh siapapun terkecuali dirinya sendiri, kyu ingin
membangunkan yunhee untuk meminta bantuannya tapi melihat yunhee yang sedang
tertidur sangat pulas, kyu pun mengurungkan niatnya dan dia berusaha untuk
mengambil air sendiri. Kyu juga berusaha agar kepala yunhee tidak jatuh dari
lengannya saat sedang bersusah payah untuk mengambil air, tiba-tiba kepala
yunhee yang bertumpu pada lengan kyu terjatuh juga dan membentur besi tempat
tidur.
JDUGG!!
Hal
ini menyebabkan yunheeterbangun secara paksa dari tidurnya sambil meringis
kesakitan, diusapnya bagian kepala yang terantuk besi tempat tidur tanpa
menyadari siapa orang yag menyebabkan kepalanya terantuk besi. Kyu yang memang
tak sengaja langsung mengusap pelan kepala yunhee dan meminta maaf karena tak
sengaja membangunkan yunhee. Yunhee yang belum sadar sepenuhnya hampir terjatuh
dari kursi yang sedang didudukinya sekarang karena terkejut ketika menyadari
tangan yang mengelus kepalanya dan suara yang sudah lama dia rindukan yang
sedang meminta maaf kepadanya.
“YAK!! KYU KAU SUDAH SADAR?”
teriak yunhee tepat berada dihadapan kyu yang membuat kyu segera menarik
bibirnya keatas.
“biasa saja yunhee-a tak usah
berteriak sekencang itu, ingat ini dirumah sakit” ingat kyu kepada yunhee, yang
diingetinnya malah nyengir-nyengir gajelas.
KYUHYUN POV
“YAK!! KYU KAU
SUDAH SADAR?” teriak yeoja ini tepat dihadapanku. Yak! yunheeku aku belum budek(?)
tapi hampir ke budek(?) kenapa kau berteriak seperti itu sih seperti melihat
apa saja -_-.
“biasa saja yunhee-a tak usah berteriak sekencang itu, ingat ini
dirumah sakit” ingatku pada yunhee, tapi yang diingetin malah nyengir 4 jari.
Aku Cuma bisa geleng kepala melihat tingkahnya yang hampir sama dengan anak
umur 6 tahun. Kalian yang melihat yeoja ini pasti tertipu dengan penampilannya,
orang akan berpendapat bahwa yeoja ini sangat dewasa, keibuan, kuat dan blaa
blaa lainnya, aslinya yaah kalian bisa lihat sendiri. Dia rapuh dan kekanakan.
“mian kyu, hehe..” ucapnya sambil
cengengesan (?)
“aku terlalu kaget saat mendengar
suaramu yang sedang meminta maaf dan melihat tanganmu mengelus kepalaku. Tapi
kenapa kau membiarkan kepalaku membentur besi hingga benjol!! Ini akibat ulahmu
tau!” serunya berapi-api sambil mengusap daerah yang benjol.
“kan aku sudah minta maaf, eo?”
ujarku tak terima dibentak olehnya, sadarkah yunhee aku saja sadar dari tidurku
yang panjang kenapa malah kau marahi. Aku sengaja mengembungkan pipi dan
mengerucutkan bibirku. Tanda bahwa aku sedang bete atau ngambek. Aah hampir
saja kelupaan, aegyoku tak boleh ketinggalan hehe..
“yasudahlah” kudengar suaranya
sudah mulai melembut, haha jurus tadi mempan juga. Aigo! suara ini, suara yang
sangat kurindukan selama 2 minggu ini, selama aku tertudur panjang akibat
sakitku ini.
Saat
aku ingin angkat bicara lagi kurasakan kerongkonganku sangat kering, aku
langsung ingat dengan niat awalku yang ingin minum air putih tertunda akibat
kepala yeoja ini membentur besi tempat tidur. segera saja kuangkat tangan kananku,
tapi mengapa begitu susah untuk menggapai gelas yang jaraknya kurang dari 2
meter disebelah kiri tempat tidurku, aku baru ingat kalau gejala ini memang
sudah seharusnya muncul harusnya tadi aku gak usah heran, aku masih berusaha
agar tanganku mau mengangkat walau masih sedikit gemetar. Lalu kulihat gelas
itu sudah berpindah ketangan yunhee, yunhee langsung mengambilkan sedotan untuk
membantu aku minum. “kau belum boleh banyak gerak, biar aku yang pegang
gelasnya kau minum menggunakan sedotan saja ya?”ucapannya terdengar tulus
dengan kasih sayang. Ah aku benar-benar tak salah pilih gadis, walau pertemuan
kami secara tak sengaja, tetapi bukan berarti kami bertemu dengan cara yang
biasa kalian liat di televisi dengan menyenggol lengan seorang gadis yang
sedang membawa buku dan nantinya akan saling membantu untuk memungut buku,
kenalan, selanjutnya yah kalian tahulah “berpacaran”. Itu sudah sangat basi,
yang berbeda dari pertemuan tak sengaja kami adalah dengan suara dentuman
disertai dengan ledakan yang keras, darah dan air mata. Itulah awal pertemuan
kami. Sekitar 4 tahun yang lalu.
#Flashback
on
KYUHYUN POV
“tumben
sekali jalanan siang ini sepi” gumamku sambil terus berkonsentrasi dengan
jalanan didepan. Tiba-tiba ada suara ban memutar beserta dengan decitan yang
lumayan keras disusul dengan suara dentuman, kuyakini ini adalah tabrakan
mobil. Tak lama setelah suara itu terlihat kepulan asap yang menjulang tinggi
didepan sana, sepertinya tempat kejadiannya tak terlalu jauh dari tempatku
berada sekarang, mengingat suara tabrakan tadi sangat jelas terdengar oleh
telingaku. Kulihat lagi jalanan yang sepi dan mulai berpikir pasti tidak ada orang yang melihat kejadian
ini, walaupun ada pasti mereka yang
berasal dari arah yang berlawanan. aku langsung mempercepat laju mobilku
untuk segera tiba di TKP. Tak sampai 5 menit aku sudah sampai tempat kecelakaan,
benar kataku disini bahkan tak ada mobil lain selain mobilku yang berhenti
tepat didepan mobil yang terlibat kecelakaan itu. Langsung saja kuhubungi
ambulance dan kepolisian setempat mengingat mobil itu sudah benar benar rusak
parah, kuyakini bahwa pemilik kedua mobil itu pasti sudah tak bernyawa bukan
berarti aku menyumpahi tapi kalau kalian melihat sendiri bagaimana kondisi
mobil itu saat ini kalian juga akan berpikiran sama denganku. Langsung
kuhampiri salah satu dari mobil yang ringsek tak berbentuk itu untuk memastikan
keadaan penumpangnya barangkali saja dugaan pertamaku melesat. Setelah
kuperiksa, BINGO dugaan pertamaku benar bahwa tak ada yang selamat dalam
kecelakaan ini.
“Hikss
hikss.. eomma appa hikss.. huweeeeee!!”
Itu suara orang menangis bukan?
Tapi dimana orangnya, rasanya tak ada orang hidup lagi disini selain aku
pikirku bingung. Kutelusuri lagi tempat ini berharap orang yang nangis tadi
bener adanya. Ooh ternyata seorang yeoja yang imut(?) sedang menangis di
samping ahjussi yang sudah tak sadarkan lagi. Keadaan ahjussi itu sangat
mengenaskan dengan darah dimana mana, mobil yang ditumpangi ahjussi itu
meyakinkanku kalau mobil itulah yang ditabrak. Yeoja yang tak kuketahui namanya
itu memegang sebuah piagam dan kertas yang sudah bercampur dengan darah.
Kulihat wajahnya yang putih dan badannya yang masih mengenakan seragam sudah
banyak luka dan darah tapi kayaknya dia udah gak peduli sama semua luka yang
ada di wajah dan badannya, yang dia pedulikan kini hanyalah ahjussi yang
terkapar di dekat pintu mobilnya dan seorang ahjumma yang masih terkurung
didalam mobil dengan tangan yang menjuntai keluar dari jendela. Instingku
sebagai namja angel bangkit dan menyuruh untuk mendekat kepada yeoja itu dan
menenangkannya. Kutenangkan yeoja itu, dia menangis tersedu sambil terus
terusan memanggil appa dan eommanya yang sudah tak bernyawa lagi. Kulihat
sekilas kertas yang dipegangnya KIM YUNHEE, itukah namamu yeoja imut? Saat aku
mau melihat lebih jelas kertas apa itu, kertas itu sudah telanjur terjatuh dari
genggamannya.
“tenanglah agasshi, ambulance dan
bala bantuan yang lainnya sebentar lagi akan datang” ucapku sambil menepuk
nepuk pundak yeoja bernama kim yunhee ini, kasihan juga sih melihatnya seperti
ini. kupalingkan wajahku dari yeoja ini, tak tahan lama-lama melihat air mata
yang terus menerus jatuh dari pelupuk matanya yang bagiku indah itu (?), mataku
mengikuti tatapan yeoja itu dan aku menangkap sebuah sosok ahjussi dan ahjumma
dengan menggunakan baju berwarna putih dengan wajah yang bersinar itu diujung
pohon sana mulutnya seperti berbicara dengan anaknya dan beralih kepadaku,
seperti mengucapkan sesuatu yang kalau kutebak “kami percaya kepadamu nak,
tolong jaga putri kami yang lemah ini”. Aku bingung, bagaimana aku harus
menjawab kenal saja baru, masa iya disuruh ngejagain(?). Dari kejauhan bisa
kudengar suara ambulance datang mendekat, sosok tadi menghilang begitu suara
ambulance terdengar. Mereka, orang orang paramedis langsung membawa orang orang
yang tak bernyawa itu kedalam mobil ambulance, saat mereka membawa ahjussi
beserta istrinya berjalan melewatiku, kulihat wajahnya yang sangat mirip dengan
sosok ahjussi yang kutemui tadi. Akulah yang akhirnya dimintai keterangan oleh
polisi poilisi disana itu dikarenakan akulah yang mendengar suara tabrakan dan
menelpon mereka, namun aku tak bisa menjalaskan secara rinci kejadiannya karena
aku tak melihat aku hanya mendengar suara saja. Setelah sesi Tanya jawab yang
membuat kepalaku sangat pusing, kualihkan mataku untuk mencari sosok yeoja itu,
aku menemukannya sedang berjongkok sambil memeluk lututnya sendiri. Terpancar
jelas dari wajahnya kalau saat ini dia sangat ketakutan. Perlahan kudekati yeoja
itu dan duduk disampingnya sambil berusaha untuk mengajaknya berbicara
setidaknya satu atau dua patah kata itu tak masalah daripada dia diam seperti
ini.
“aghassi, apakah luka lukamu
telah diobati oleh paramedis?”tanyaku.
Dia hanya diam, tak menjawab
tatapan matanya yang kosong dan menyiratkan kepedihan yang sangat mendalam.
Pandangannya lurus kedepan mengikuti gerak gerik orang orang paramedis yang
mengangkut appa dan eommanya. Sepertinya
lebih baik dia menangis daripada harus berdiam seperti ini.
BRUKKK!!!
PLAANGG!!!
Dia pingsan, dan kepalanya
menghantam pembatas jalan cukup keras dan badannya langsung merosot ke
pelukanku. Tanpa pikir panjang langsung saja kubopong badannya ke mobilku kalau
kuserahkan kepada paramedis yang sedang sibuk, aku takut mereka menyangka bahwa
yeoja ini juga salah satu korban meninggal dari kecelakaan ini. jadi aku hanya
membawanya kerumah sakit dimana appa dan eommanya dibawa oleh paramedis.
Melihatnya
yang sedang terbaring lemah dengan luka yang menghiasi ditubuhnya membuatku
berpikir sepertinya aku mulai menyukai
yeoja ini. aku tau ini gila, menyukai yeoja yang baru kukenal 2 jam yang lalu.
Tapi siapa sangka kalau awal pertemuan ini akan menjadi sebuah lembaran hidup
kita yang baru. Kita lihat saja. Dan mungkin aku akan mengikuti apa yang
dikatakan oleh sosok ahjussi tadi. Aku Cho Kyuhyun akan menjaga yeoja ini, tak
kubiarkan airmata jatuh dari pelupuk matanya yang indah membasahi wajahnya yang
mulus dan cantik, takkan kubiarkan dia menderita. Disitulah aku mulai
mencintainya dan berniat untuk menjaganya hingga aku tak dapat lagi merasakan
nikmatnya dunia.
Flashback
Off#
“yunhee-a apa kau lapar?” tanyaku
yang dijawab oleh seringaian dari wajah cantiknya. “aku lapar kyunie-a, waeyo?
Apakah kau juga lapar?” aigooo yunhee ingin sekali aku mempertahankan
seringaian diwajahmu yang seperti itu, sangat terlihat begitu murni cantiknya *kyu gombal*
“aku juga lapar yunhee-a, kalau
begitu.. kita pergi ke kantin saja.” Rengekku
yang langsung dihadiahi jitakan oleh yunhee. aku mengelus kepalaku yang
baru saja kena jitakan yunhee. “yakkk! Appo yunhee-a” rintihku
“kyu-ah kau baru sadar, lebih
baik kau istirahat dulu ya. Akan aku panggilkan sungmin oppa dulu, tadi aku
kelupaan saking senangnya melihat kau sadar.” ujarnya sambil menyunggingkan
sebuah senyuman manis tanpa rasa bersalah karena telah mengakibatkan aku
amnesia sesaat. Walau itu bukanlah jawaban yang kuinginkan tapi itu ada
benarnya juga, kaki beserta badanku memang mulai agak sulit untuk digerakkan
karena factor penyakit apalagi ditambah karena sudah 2 minggu ini aku tertidur
diranjang rumah sakit. Oh iya sungmin hyung adalah dokter dirumah sakit ini,
dan dia adalah sunbaeku saat aku masih kuliah dulu, kami sangat akrab. Aku
menggapnya sebagai hyungku disaat siwon hyung tak ada. Dia juga mengenal baik
yunhee. Saat yunhee hendak meninggalkanku untuk memanggil sungmin hyung, aku
langsung menarik tangannya dan dia berbalik dengan menyertakan tatapan bertanya
‘ada apa?’
“setelah aku diperiksa oleh hyung
aku ingin kau menyuapiku makan, otte?” ucapku manja walau setengah memaksa,
sebenernya juga aku malas diperiksa oleh hyung karna hanya menganggu waktu
berduaku dengan yunhee, lagipula aku sudah tau apa yang kira kira akan
disampaikan padaku.
Yunhee yang masih menatapku pun
mengeluarkan suara indahnya. “tanpa kau suruh juga aku akan melakukannya tuan
cho yang tampan.” Aku tersenyum bahagia, jujur aku suka dengan panggilan itu
hehe.. tapi senyum diwajahku hilang seketika dan digantikan dengan mengkerutnya
kedua alisku setelah yunhee berkata “aku prihatin dengan badanmu yang krempeng
dan wajahmu yang tirus juga mulai ditumbuhi jerawat itu.” Dia keluar kamarku
dengan tawanya yang membahana.
YUNHEE POV
Saat aku hendak
berbalik untuk menemui sungmin oppa, tiba tiba tanganku seperti ditarik oleh
seseorang walau tarikannya tak begitu kuat tapi cukup membuatku terhuyung dan
menoleh. Aku menatap kyu dengan pandangan bertanya ‘ada apa?’ dan seolah dia
mengerti dengan tatapanku dia langsung menjawab. “setelah aku diperiksa oleh
hyung aku ingin kau menyuapiku makan, otte?” aah kyu kau mau bermanja denganku ternyata hoho..? lihatlah ini dan rasakan haha
Kujawab saja dengan sekenan hati
“tanpa kau suruh juga aku akan melakukannya tuan cho yang tampan.” Kulihat dia
tersenyum setelah mendengar perkataanku tadi, seperti biasa dia akan senang
jika kupanggil seperti itu. “aku prihatin dengan badanmu yang krempeng dan
wajahmu yang tirus juga mulai ditumbuhi jerawat itu.”kuperhatikan wajahnya yang
mulai berubah menjadi tatapan akan membunuh, Kubalikkan badanku menuju pintu
keluar dan segera keluar dari ruangan itu sambil tertawa sepuasnya. Aku berlari
kecil menuju ruangan sungmin oppa. Saat aku ingin mengetuk pintu kudengar sungmin
oppa sedang berbincang dengan temannya yang sesama dokter mungkin. Aku yang tak
ingin menganggu memutuskan untuk menunggu didepan ruangannya, saat berbalik tak
sengaja kudengar sungmin oppa menyebut nama kyu. Aku yang penasaran langsung
menguping saja mumpung di lorong ini sepi.
*yang di bold percakapan para uisa* S=sungmin D=dong hwon/uisa*
S= “dong hwon-ssi bagaimana menurutmu tentang penyakit pasienku yang
bernama kyuhyun itu?”Tanya sungmin oppa dengan nada lesu
D= “saya sih kurang yakin dia akan bertahan lama dengan penyakitnya
ini, mengingat penyakit ini sudah mulai memasuki tahap yang lebih parah lagi”
DEEEGG!! Apa aku tak salah dengar? Kyu-ku akan
bertahankan?
S= “apa memang tak bisa dicegah lagi dong hwon-ssi? Aku tak tega
melihatnya yang sudah mulai susah menggerakan anggota badannya” terdengar
nada gusar di dalam perkataan sungmin oppa ini. eeh tapi apa tadi katanya?
Susah menggerakkan anggota tubuh? Kalau dilihat secara seksama memang iyasih
kyu agak susah untuk menggerakkan tangannya tadi. Tapi apa memang penyakit kyu
sangat parah? Bukannya kyu hanya menderita demam berdarah saja? Dan dia koma
karena trombositnya yang turun secara drastis. Sebenarnya kyu sakit apa?
Aaarghh aku frustasi berdebat dengan diri sendiri, lebih baik nanti aku
tanyakan dengan sungmin oppa.
D= “sebenarnya penyakit yang diturunkan secara genetik ini
tidak dapat dicegah. Namun, saat ini banyak penelitian yang sedang
dilakukan untuk memahami penyakit ini lebih lanjut. Jadi intinya saat ini belum
bisa menentukan pencegahan dengan apa. Palingan kita hanya memberikan obat anti
nyeri dan untuk memperlambat penyebaran saja. Obat-obat yang diberikan bersifat
simtomatik saja, terutama untuk memperbaiki fungsi motorik dan ataksia. Bukan
untuk menyembuhkan ingat itu.” Ujarnya panjang lebar
Sekarang aku benar benar dibuat
pusing dengan arah pembicaraan ini, kyu separah itukah penyakitmu?
D= “oh iya sungmin-ssi apakah hyungnya kyu sudah mengetahui tentang
penyakit dongsaengnya ini?”Tanya dong hwon uisa dengan wajah penasaran
S= “sepertinya sudah, tapi aku kurang yakin juga. Memangnya ada apa
dong hwon-ssi?” tanyanya balik sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak
gatal.
D= “animnida, just ask. Kamsahamnida sungmin-ssi sudah mau berdiskusi
tentang penyakit ataksia denganku.” Ucapnya tulus dengan senyuman di wajahnya.
S= “ne, cheonmaneyo. Senang berdiskusi denganmu juga dong hwon-ssi.
Mari kuantar kau sampai parkiran.” Tawar sungmin oppa, namun betapa kagetnya
kedua dokter itu saat membuka pintu didapatinya yunhee yang tengah berdiri
sambil menguping.
S= “yunhee sedang apa kau?” Tanya sungmin oppa dengan nada bingung. Aku
hanya diam tak bergeming, merasa pertanyaannya tak kujawab dia menyuruhku untuk
masuk dan menungguku didalam. Setelah itu aku masuk dan menunggu sungmin oppa
yang sedang mengantar temannya yang sesame dokter itu. Sekitar 5 menit sungmin
oppa pun masuk keruangannya dan langsung duduk didepanku, sebelum dia mulai berbicara
lebih baik jika aku duluan yang menanyakan
tentang pembicaraan tadi. “apa itu ataksia oppa? Separah itukah apakah penyakit
kyu?” tanyaku dengan nada dingin tanpa memandang wajah sungmin oppa.
SUNGMIN POV
“ne, cheonmaneyo.
Senang berdiskusi denganmu juga dong hwon-ssi. Mari kuantar kau sampai
parkiran.” Tawarku di sertai dengan senyuman. Dan dibalas dengan anggukan dong
hwon-ssi. Tapi betapa terkejutnya aku aah ani kami berdua maksudnya saat
membuka pintu dan melihat yeoja yang sangat kukenal yang tak lain adalah yunhee
ini berdiri mematung didepan pintu dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
Aku yakin pasti dia mendengar pembicaraan antara aku dan dong hwon-ssi. Tak mau
berlama dengan suasana canggung aku langsung memecah keheningan dengan menyuruh
yunhee ini masuk terlebih dahulu dan menungguku didalam, aku pamit padanya
untuk mengantarkan dong hwon-ssi keparkiran terlebih dahulu. Setengah berlari
aku langsung masuk ke dalam ruanganku yang sudah lama kutempati ini dan kulihat
disana sudah ada yunhee menungguku. Saat aku hendak angkat bicara dia sudah
berbicara lebih dahulu. ““apa itu ataksia oppa? Separah itukah apakah penyakit
kyu?” tanyanya dengan nada dingin, bahkan dia tak mau melihat wajahku.
“yunhee lihat aku terlebih
dahulu.” Jawabku datar
“shireo oppa, aku ingin tau
terlebih dahulu penyakit apa yang diderita kyuhyun? Bukankah kata oppa dia
hanya mengalami demam berdarah?!” jawabnya setengah berteriak namun tetap tak
melihat wajahku.
“yunhee tataplah wajah orang yang
sedang kau ajak biacara!” gertakku. Aku tak suka jika ada orang yang berbicara
denganku tapi tidak melihat wajahku alias membuang muka.
Ternyata dia menurut dan mau melihat
wajahku, tapi aku kaget saat melihat wajahnya yang penuh dengan air mata. Aku
segera bangkit untuk menenangkannya, tapi dia menyuruhku untuk duduk saja.
“o..oppa jawab p..p..ertanyaanku dulu, apa itu ataksia? A.. a..apakah itu parah
oppa? Hikss..” tanyanya dengan isakan yang tertahan. Baiklah ini akan aku
jelaskan!
“baiklah yunhee, sepertinya
memang seharusnya kau mengetahui ini tetapi kau harus ingat satu hal padaku.
Jangan menunjukkan kesedihan yang kentara saat didepan kyuhyun, dia pasti sedih
saat dia tau kalau kau mengetahui tentang penyakitnya ini. kau cukup bersikap
biasa seperti saat kau bellum mengetahui penyakitnya. Otte?” ucapku seraya
memperingatkan.
“ne oppa, yakssoke” ucapnya sambil membersihkan air matanya
dengan punggung tangannya. Lantas kuberikan tissue yang memang tersedia di
ruanganku.
“sebenarnya kyuhyun mengidap
penyakit Ataksia Friedreich sejak 2 tahun yang lalu, tepatnya sesudah
dia megalami kecelakaan mobil itu. Kau ingat bukan saat itu kyuhyun mengalami
pendarahan di otak, saat itulah kyuhyun mengalami ataksia.” Aah mianhae kyu,
aku terpaksa memberi tahu kepada yeoja tersayangmu perihal penyakitmu, aku tak
tega melihat dia menangis seperti orang bodoh yang tak tahu apa apa tentangmu.
KYUHYUN POV
Aah kemana yeoja
itu, kenapa dia belum balik dari ruangan hyung? Apa dia kabur karena takut aku
cincang karena sudah berani mengatakan hal seperti itu padaku? Aissh nan paboya
mana mungkin dia kabur hanya karena masalh itu rutukku sambil memukul pelan
kepalaku. Mungkin dia kekantin untuk membeli beberapa makanan dan minuman.
Sudah 1 jam 25 menit sejak yunhee meninggalkan ruanganku dengan tawanya yang
membahana, tapi dia belum balik juga keruanganku. Selama itu pula aku sibuk
berspekulasi sendiri kenapa dia selama ini, padahal seingatku ruangan hyung itu
dilantai 6 dan hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk sampai kesana itupun
kalau lagi ada kendala di lift, tapi kenapa bisa selama ini? aah sudahlah kyu,
nanti juga yunhee akan kembali. 5 menit berlalu, belum kurasakan kehadiran
yunhee atau sungmin hyung diruanganku. Tiba tiba aku merasakan ingin ke kamar
kecil untuk melaksanakan tugas hehe^^.. tapi aku merasakan semakin susah untuk
menggerakan tangan dan kakiku, aku berpikir mungkin ini salah satu dari gejala
yang ditimbulkan oleh penyakitku. Aku berusaha sebisa mungkin untuk bisa
menggerakan tangan dan kakiku, saat aku hampir bisa berdiri dengan mengandalkan
tiang infus sebagai penopang badanku, kurasakan tiba tiba pintu ruanganku
terbuka dan menyembulah sosok sungmin hyung yang terlihat senang dan
dibelakangnya kulihat ada yunhee tapi kenapa mukanya seperti orang habis
menangis? Apakah dia benar benar ketakutan denganku haha*narsis nian uri kyu
-_-*
Karena
badanku yang tak seimbang alhasil aku terjerembab kebawah, tapi sebelum badanku
yang tinggi ini menyentuh lantai aku merasa ada yang menahanku, kudongakkan
wajahku untuk melihat siapa yang menahanku. Ternyata sungmin hyung, dengan
sigapnya dia berlari untuk membantuku berdiri.
“kau mau kemana kyu?” Tanya
sungmin hyung dngan nada khawatir.
“aku ingin ke kamar kecil hyung.”
Jawabku dengan muka manis
“biar ku bantu kyu.” Tawar
sungmin hyung sambil menuntunku menuju kamar mandi. Kutengokkan kepalaku
kebelakang dan melihat yunhee yang melihatku sambil menitikkan airmata dan
segera memalingkan wajahnya saat tau kalau aku melihatnya menangis. Aku sudah
selsai dengan tugasku ini dan aku langsung berpikir untuk menanyakan kenapa
saat yunhee melihatku berjalan dengan tertatih dia menangis, apakah hyung
memberi tahu soal penyakitku kepadanya?
“ya, hyung kenapa tadi yunhee
begitu lama diruanganmu?” tanyakku langsung
“ah mian kyu, tadi ada temanku
yang sedang berdiskusi denganku jadinya yunhee kusuruh menunggu diluar, setelah
diskusiku selesai dia baru masuk dan bercerita bahwa kau sudah sadar kyu dia
terlihat begitu senang.” Ucap sungmin hyung sambil tersenyum miris. Kulihat
wajahnya yang terlihat sedikit pucat.
“yak hyung! Kenapa wajahmu pucat
seperti itu hyung, juga kenapa kau tak melihatku saat berbicara, malah asik
dengan burung dijendela saat?!!” tanyaku sambil memanyunkan bibir dan
memalingkan wajahku ke arah jendela, melihat apa yang dilihat oleh sungmin
hyung.
“mungkin karena aku belum makan
daritadi siang kyu. Mianhae kyu, jeongmal mianhae” ucap sungmin hyung penuh
dengan nada lemah. Ada apa ini? kenapa hyung jadi seperti ini, apa memang bener
kalau sungmin hyung belum makan? “kau kenapa hyung?” tanyaku penasaran. *kyu
kepo*
“mianhae kyu-ah jeongmal mianhae
kyu, aku tak bisa menepati janjiku.” Jawabnya sambil menundukkan wajahnya.
Walau tak yakin, tapi lebih baik jika ditanyakan. “apakah kau memberi tahu pada
yunhee soal penyakitku hyung?” tebakku dan langsung membuat kepala sungmin
hyung terangkat. Ah ternyata dugaanku benar. Dan sungmin hyung hanya bisa
terdiam sambil memandangi wajahku yang berubah menjadi lesu.
“gwaenchanha hyung, sudah
seharusnya yunhee mengetahui hal ini. aku tak bisa terus menerus membohonginya
hyung.” Ucapku menahan tangis yang entah kenapa rasanya ingin keluar begitu
saja. Kubasuh dengan cepat wajahku dengan air dan bergegas keluar sebelum
yunhee curiga denganku yang terlalu lama dikamar mandi bersama hyung.
YUNHEE POV
Sepeninggal dari ruang sungmin
oppa, perkataannya masih terus terngiang dikepalaku bahwa kyuhyun menderita
penyakit yang bahkan obatnya tak ada. Apakah orang sebaik kyuhyun harus
menerima cobaan berat seperti ini. setelah penjelasan panjang lebar yang
diberikan oleh sungmin oppa tentang penyakit kyuhyun, aku langsung memberitahu
maksud kedatangan ke ruangannya kalau kyuhyun sudah sadar aku takut kyu menungguku
terlalu lama, lagipula dia sendirian saat ini dikamarnya kalau dia mau apa apa
bagaiaman> siapa yang akan membantunya kalau aku tak ada, siwon oppa? Dia
masih terlalu sibuk dengan urusannya di jepang sejak 3 tahun yang lalu. Lantas
kami langsung berlari menuju ruangan yang terletak dilantai 4 itu. Tertera
angka 8888 didepan pintu kamarnya dan langsung dibuka oleh sungmin oppa, benar
apa yang kukatakan tadi,kyu terlihat sangat susah untuk berdiri. Aku yang
melihat kyu sedang bersusah payah untuk berdiri dan berjalan tak kuasa menahan
air mata. Kembali teringat perkataan sungmin oppa saat diruangannya tadi. ‘Ataksia Friedreich disebabkan
kemunduran jaringan saraf pada urat saraf tulang belakang (spinal cord) dan saraf yang mengendalikan
gerakan otot pada lengandan kaki. Urat saraf menjadi
tipis dan sel-sel saraf kehilangan serabut myelin. Ataksia
Friedriech, meskipun jarang merupakan ataksia yang paling sering
diturunkan dan terjadi pada wanita dan pria dengan
risiko yang sama. Ataksia dominan sering muncul pada umur 20 tahun
sampai 30 tahun atau bahkan lebih tua lagi. Kadang individu dapat tidak
menunjukkan gejala sampai usia 60 tahun.
Biasanya keseimbangan dan koordinasi yang dipengaruhi
pertama kali. Tidak adanya koordinasi tangan,
lengan dan kaki dan kemampuan berbicara adalah gejala umum
lainnya. Berjalan menjadi semakin sulit dan ditandai oleh berjalan
dengan menempatkan kaki semakin jauh untuk mengimbangi
keseimbangan yang buruk.
Gangguan koordinasi lengan dan tangan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan kontrol gerak yang baik seperti menulis dan memakan. Gerakan mata yang lambat dapat dilihat pada beberapa bentuk ataksia. Seiring berjalannya waktu, ataksia dapat mempengaruhi kemampuan berbicara & menelan.
Ataksia yang diwariskan merupakan kelainan degeneratif yang berkembang selama beberapa tahun. Seberapa parah dan kemungkinan berujung pada kematian tergantung tipe ataksia, usia dimulainya gejala dan faktor lain hanya sedikit dipahami saat ini. Komplikasi saluran pernapasan dapat menjadi fatal pada orang yang �bed bound� atau memiliki masalah menelan yang parah.’
Gangguan koordinasi lengan dan tangan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan kontrol gerak yang baik seperti menulis dan memakan. Gerakan mata yang lambat dapat dilihat pada beberapa bentuk ataksia. Seiring berjalannya waktu, ataksia dapat mempengaruhi kemampuan berbicara & menelan.
Ataksia yang diwariskan merupakan kelainan degeneratif yang berkembang selama beberapa tahun. Seberapa parah dan kemungkinan berujung pada kematian tergantung tipe ataksia, usia dimulainya gejala dan faktor lain hanya sedikit dipahami saat ini. Komplikasi saluran pernapasan dapat menjadi fatal pada orang yang �bed bound� atau memiliki masalah menelan yang parah.’
Mungkin
itu baru gejala yang ditimbulkan oleh penyakitnya. Saat aku sedang melihatnya
seperti itu entah kenapa air mata ini sulit sekali untuk berhenti, tiba tiba
kyuhyun melihatku yang menangis segera saja kutolehkan kepalaku kearah yang
lain agar kyu tak melihat aku menangis…karenanya. Aku menunggu kira kira 30
menit, tapi kenapa kyu dan oppa lama sekali ya dikamar mandi, apa mereka
membicarakan aku? Yak! Geer sekali kau kim yunhee. 5 menit setelahnya kudengar
pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan wajah kyu yang segar tapi pucat dan
tirus seperti apa yang kukatakan tadi untuk mengejeknya dan dibelakangnya
terlihat sungmin oppa yang wajahnya tak kalah kusut dengan benang wol yang
sering digunakan untuk mainan kucing dirumah tetanggaku. Aku segera membantu
kyu untuk duduk ditempat tidurnya dan segera menyiapkan makanan yang tadi
kuminta pada perawat saat kyu dikamar mandi, setelah diperiksa oleh oppa, kyu
sudah mulai menagih janji yang tadi di omongin sebelum aku keruangan sungmin
oppa, sungmin oppa hanya bisa geleng kepala melihat tingkah dongsaengnya ini,
setelah memeriksa kyu sungmin oppa langsung beranjak pamit untuk kembali
keruangannya. Tak lama sungmin oppa keluar dari ruang rawat kyu, aku langsung
mengambil mangkuk bubur dan bersiap menyuapi kyu, tapi kyu malah memasang
tampang betenya yang bagiku begitu menggemaskan.
“yak! Kau kenapa kyu, aku kan
sudah menepati janjiku untuk menyuapimu makan.” Semburku dengan menggembungkan
kedua pipiku, biasanya kalau aku bertindak seperti ini kyu akan langsung
mencubit pelan pipiku. Dan BINGO! Kyu langsung mencubit kedua pipiku
sambil berkata.” Kau lupa eo? Kalau tuan
cho itu tidak suka bubur?” jawabnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya. Oh
iya aku lupa kalau kyu tidak suka makanan encer ini. “tapi kyu perawat
memberikanku ini, jadi untuk kali ini aja kau makan, ne jebal kyu?” paksaku
dengan nada semanis mungkin agar kyu mau memakan makanan encer ini. “lagipula
kyu, kau sudah tak makan selama 2 minggu lebih, jadi dengan sangat terpaksa aku
harus menyuruhmu memakan ini. besok akan kubelikan kau bulgogi otte?” bila
mendengar makanan kesukaannya saja dia baru mau membuka mulutnya, hufftt kyu
kau ini umur berapa sih? Tingkahmu mirip anak umur 7 tahun. Namun baru beberapa
suap kyu sudah mengeluarkan suaranya lagi. “ ah iya yunhee-a” cihh tampang itu
benar benar membuatku berpikir kalau kau memang benar anak umur 7 tahun kyu-ah
>.<. “waeyo kyu? Kenapa nada bicaramu seperti itu?” pasti ada maunya nih
namja pikirku. “aku ingin PSPku yunhee ..” mwo!! Apa aku tak salah dengar?
Namja itu meminta benda itu kepadaku, berarti aku harus mengambil kerumahnya
yang super duper luas. Dan itu berarti aku harus bertemu dengan siwon oppa,
oppa yang super duper ganteng
*dikerekkyumin* eeh tapi kan siwon
oppa sedang dijepang ne? nan paboya rutukku dalam hati.
“aah kyu aku gak yakin kalau
masalah yang PSP itu, mian hehe. Aku malas jika harus kerumahmu yang luas itu
seorang diri.” Tolakku halus. Sungguh aku tak ingin melihat muka sedihnya itu,
yang aku ingin lihat hanya muka bahagianya.
“kalau begitu besok antarkan aku
pulang saja, aku kangen dengan hyungku dirumah. Dan ini tak bisa dibantah. Kau
harus mau!” huuh kalau sudah begini aku tak akan bisa mengelak lagi, sifat
pemaksanya sudah keluar dan itu benar benar harus dituruti kalau kau ingin
selamat. Tapi apakah kyu belum tahu kalau hyungnya masih berada dijepang untuk
mengurusi pekerjaannya? Dia menyangka kalau hyungnya itu berada dirumah dan
berharap mendapat pelukan hangat dari badan kekar milik hyung satu satunya itu.
Aku jadi merasa prihatin dengannya. Tapi yah kita lihat besok sajalah dirumah
kyuhyun yang luas itu.
Ku
tengok kearah kyu yang sedang sibuk menonton televisi. Dan mulai angkat bicara
“kyuhyun, apakah kau mengizinkanku untuk menginap disini?” aku yakin dengan
jawabannya yang sangat tegas mengatakan TIDAK! Tapi setidaknya aku mencoba
mengatakannya dulu. “Silahkan saja yunhee ya kalau kau mau menginap disini,
lagipula aku bosan jika malam ini aku harus begadang seorang diri” jawaban yang
sangat mengejutkan dari mulutnya. WOW!! DAEBAK!! Hahaha.. tapi apa tadi
katanya? Begadang seorang diri? Jadi malam ini dia mau begadang ya?! Lihat saja
kau tak akan selamat kalau kau berniat begadang malam ini. *mengeluarkan smirk
evil punyanya kyuhyun hahah*
TBC
mian kalau typo sekali lagi, RCL plis. Gomawo ^^ *bow*
lanjutlah thorr...
BalasHapus