Selasa, 29 Januari 2013

A guardian angel had to be helped

Tittle                     :A guardian angel had to be helped chapter 2
Author                  :Lee yun bi
Main Cast             :Cho KyuHyun
Kim yunhee (OC)
Cho siwon (pemaksaan) (kyu brother’s)
Another Cast       :Lee SungMin
Kang DongHwon (OC)
emak babehnya yunhee dan emak babehnya kyu (OC)
serta other cast lainnya bisa kalian temukan sendiri
Genre                   : Sad, angst, romance (maybe), humor juga(maybe)
Rating                  : G
Length                  : maybe 3 chapter
Disclaim               : ff ini asli milik saya, keluar dari otak saya. Gak percaya? Buka aja otak saya :p haha oke canda ;) kyu dan sungmin hanya milik saya seorang hoho *dirajamSparKyu, dibantai Pumpkins* dan sisa dari cast itu milik yang punya yaitu saya ^^v
Author’s note
Ini ff pertama yang aku buat, bukan pertama banget sih cause udah banyak tulisan yang sering aku buat tapi untuk mengkhayal kayak gini kayaknya baru ini deh hehe. Mian kalau banyak TYPO bertebaran, gak ada niat buat typo. Cekidot langsung aja ~~~ yuhuuu *tlinkk*/ngilang/
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


         AUTHOR POV
“kyuhyun, ireona ppali. Yak kyuhyun-a!!! ppaliwa” bentak yeoja berambut lurus sebahu itu sambil mengguncang tubuh namja yang sedang tertidur pulas di ranjang rumah sakit. Ini sudah yang ke sepuluh kalinya ia membangunkan namja ini. “kalau kau tak mau bangun juga, kupastikan jadwal kita bertemu dengan hyung tercintamu akan batal!!” ancam yeoja ini lagi, kali ini dengan menaikkan suaranya satu oktaf. Sambil melenggang pergi menjauhi tubuh namja yang sedari tadi belum bergerak dari tempatnya, yeoja itu masih menggumam kesal akibat namja yang mengingkari janjinya.
Tak lama setelah diancam oleh yeoja tersebut, akhirnya namja itu bangun juga. Walau masih dengan mata yang setengah terbuka ia melangkah dengan susah untuk masuk kedalam kamar mandi kecil yang terdapat dipojok ruangan rawatnya ini. yeoja ini masih terus memanggil nama namja ini “kyuhyun-ah, kau telat 5 menit janji kita yang akan bertemu dengan hyungmu batal!” Yunhee yang tak menyadari bahwa kyu sedang kesulitan untuk mencapai kamar mandi terlonjak saat mendengar suara yang cukup keras seperti orang jatuh aah paling kyuhyun terjatuh dari ranjang saat aku berteriak akan membatalkan janjinya pikir yunhee. Namun betapa kaget dirinya saat ia berbalik untuk mengambil tasnya dan melihat kyu yang sedang terbaring dilantai dekat kamar mandi dengan wajah yang menahan sakit, dan apa itu yang terjatuh dari matanya? Apakah kyuhyun menangis? Tetapi mengapa ia menangis? Pikir yunhee dalam hatinya.

            KYUHYUN POV
Shitt! Kenapa aku harus terjatuh sih? Aku benar benar kesal akan diriku, hanya untuk berdiri saja aku tak bisa dan harus membutuhkan penyangga?. Aku mendengar derap kaki yang mendekat kearahku saat kulihat sepatunya ternyata itu adalah sepatu yunhee, gadis yang tadi muncul dimimpiku dan kini hadir dihadapanku. Aku malu saat dia melihatku yang seperti ini, bagaimana tidak? Seorang namja muda tak bisa untuk berdiri dan lemah bahkan sekarang aku mengeluarkan air mata didepannya makin lemah saja aku didepannya.
Yunhee membantuku untuk berdiri. Saat aku sudah terduduk diranjang dengan bantuan yunhee, aku melihat wajahnya yang terlihat bersalah dan perlahan mengeluarkan airmatanya. “kau mengapa menangis yunhee-ya?” tanyaku dengan khawatir sambil menghapus airmata yang jatuh dipipi indahnya. “maafkan aku kyu, seharusnya aku tidak berteriak seperti tadi kepadamu.” Sesalnya, masih dengan airmata.

“yak! Kenapa kau meminta maaf hah? Aku tak apa, aku hanya terjatuh saja karena aku belum sadar sepenuhnya dari tidurku.” Ucapku menyakinkan agar dia tidak menangis lagi. Kulihat dia bukannya berhenti menangis malah semakin menjadi tangisannya. Segera saja kudekap dia kedalam pelukanku agar tangisnya mereda, dia masih menangis tertahan didalam dekapanku “keluarkan yunhee-ya jika kau memang merasa tertekan atau sedih, menangislah sepuasmu.” Ujarku sambil mengelus pelan rambut panjang nan indahnya agar ia tenang.
Sepertinya ia memang merasa tertekan belakangan ini, tak biasanya dia menangis selama ini terkecuali saat dia ditinggal oleh orangtuanya, ia menangis selama 2 minggu penuh dengan mengurung dirinya dikamar tanpa makan dan minum.
            Sudah 10 menit berlalu tapi ia masih juga menangis, aku bingung tapi aku hanya bisa menenangkannya saja saat ini. yunhee menangis bukan karena aku yang tadi terjatuh kan? Dia menangis karena masalah lain kan? Aku tak mau dia menanis karena aku, kalau benar ia menangis karena aku. Berarti aku adalah namja terbodoh di dunia ini yang membiarkan yeoja tercinta manangis karena diriku.


            YUNHEE POV
Aku terbangun dari tidurku dan langsung kulihat jam yang melingkar ditangan kiriku, ya ampun jam berapa ini? sekarang sudah jam 5 sore, kenapa namja itu tak membangunkanku sih. Aissh jinjja? Kalau ketemu awas saja kau CHO KYUHYUN! Tapi ngomong ngomong dimana dia? diranjangnya gak ada, kamar mandi kuketuk tak ada balasan berarti bukan didalam, lalu dimana? Jangan jangan pulang kerumahnya seorang diri lagi?! Aku langsung panik, kalau benar iya balik seorang diri benar benar tak akan kuampuni dia.
            CKLEEEK, BLAAMM!
Itu seperti suara pintu dibuka dan ditutup oleh seseorang tapi siapa yang berani masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu? Pikirku bingung. Saat kutolehkan kepalaku kearah pintu, ternyata seorang namja yang sepertinya aku kenal tapi siapa ya? Saat dia membalikkan badannya dan membungkuk memberi hormat padaku kemudian mengangkat kepalanya barulah kusadari bahwa itu siwon oppa, jadi dia sudah kembali? Kapan? Mengapa ia tak memberi tahuku setidaknya untuk menjemputnya di bandara.
“annyeong oppa.” Sapaku dengan suara sewajar mungkin samba memnerikan senyuman termanisku.
“annyeong yunhee-ya, apakah kyuhyun ada didalam?” dia langsung menanyakan tentang adik satu satunya dan tentunya dia tak lupa untuk membalas senyumanku.
“mollayo oppa, tadi aku tertidur tapi saat aku sadar kyuhyun sudah tak ada diruangan lagi. Sepertinya dia sedang keuangan milik sungmin oppa. Coba saja kau kesana oppa barangkali beneran ada?” usulku dan hanya dibalas dengan anggukan tanda bahwa dia mengerti.
“oh iya oppa, kapan kau sampai kekorea lagi?” tanyaku yang memang penasaran.
“sudah dari 1 tahun yang lalu yunhee-ya, kau tak tahu? Hah?” tanyanya balik dengan mengeluarkan muka bertanyanya. Tapi apa katanya? Satahun yang lalu, berarti sudah lama dong dia balik kekorea. Sebagai jawaban kugelengkan kepalaku saja dengan memasang tampang polosku. Dan kulihat oppa tertawa melihat wajahku saat ini yang katanya menggemaskan.
“yunhee-ya, aku mau keruangan sungmin dulu kau mau ikut denganku atau tetap disini?”ajaknya.
“aku disini saja oppa, oh iya apa oppa sudah makan? Kalau belum aku mau beli sekalian dikantin.” Aku menawarkan padanya sebagai alasan saja.
“aku sudah makan tadi sebelum kesini, kalau kau belum makan kau bisa makan dahulu. Nanti jika benar kyu ada di ruangan sungmin akan kuberi tahu kau.”ujarnya tulus.
“ne oppa”kuberikan senyum indahku.

            SIWON POV
Setibanya aku didepan ruangan sungmin, kuketuk pinti didepanku ini dan mendapatkan sahutan dari dalam yang menandakan bahwa ada orang didalamnya. Saat kubuka pintu yang pertama kali kulihat adalah seorang namja muda yang sedang mengenakan kacamatnya sambil memeriksa berkas berkas yang ada ditangannya.
“annyeong sungmin-ah.”sapaku dengan hangat. Sepertinya dia kaget saat mendengar suaraku.
“ah annyeong siwonnie, sudah lama tak bertemu. Apa kabarmu siwonnie?  kemana saja kau hah? Setahun belakangan ini aku tak melihatmu, sesibuk itukah dirimu? Hah?” balasnya dengan memberikan banyak pertanyaan.
“wow,wow. Pelan pelan jika bertanya sungmin-ah, kau akan kehabisan napasmu jika bertanya sebanyak itu dalam satu tarikan nafas. Aku baik baik saja hanya belakangan ini perusahaan yang aku dan kyu kelola sedang dalam masalah sejak kyu mengundurkan diri dari jabatannya. Maka dari itu aku memgang semua Kendali untuk menanginya, itulah sebabku jarang muncul karena kerjaanku hanya berdiam diri diruangan kerjaku atau tidak dirumah.” Kujawab semua pertanyaan yang diajukan olehnya. Dia hanya membalas dengan anggukan tada ia menegerti dengan yang kusampaikan.
“dan bagaimana kabarmu sungminie? Juga bagaimana kabar dongsaengku dibawah pengawasanmu setahun ini? apakah baik baik saja atau sudah menunjukkan gejala yang lebih buruk?” tanyaku dengan nada khawatir mengingat penyakit dongsaengku.
“kabarku baik siwonnie seperti yang kau lihat sekarang, badanku makin terlihat gemuk bukan? Hahaha… kabar dongsaengmu itu baik baik saja saat ini karena ada yang membantu dia bangkit dari keterpurukan penyakitnya, hanya saja penyakit itu sudah memasuki tahap yang lebih parah siwonnie. Kyu sudah sulit untuk menggerakan badannya, termasuk kaki dan tangannya. Dia harus membutuhkan bantuan kursi roda untuk berjalan atau tidak tongkat untuk menyangga badannya.” Jelasnya panjang lebar dan membuatku shock juga, karena kyu sudah benar enar tak berdaya sekarang. Aku merasa bersalah sebagai saudara yang dimiliki satu satunya malah tidak bisa menemaninya disaat sulit seperti ini. aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan menemani kyu sekarang dan sampai kapanpun itu.
“akhh, apakah kau melihat kyu sungminie?” aku tak melihat kyu disekitar ruangan yang memang lumayan besar ini.
“tadi siang kyu izin kepadaku, katanya dia mau pergi dengan yunhee refreshing katanya. Jadi ya kuberi mereka izin, mereka tidak akan lama kok pasti sebentar lagi mereka pulang.” Jawab sungmin dengan sumringah. Tapi aku agak bingung dengan perkataan yang dibilang sungmin, kyu pergi dengan yunhee sedangkan tadi yang dikamar adalah yunhee. Berarti kyu pergi dengan siapa?
“Minnie, kurasa kyu itu pergi sendiri, karena..karena tadi aku melihat yunhee berada diruangan kyu seorang diri dan saat kutanya kyu kemana dia hanya bilang kalau dia habis bangun tidur dan kyu sudah tak ada, dia menyangka kalau kyu berada diruanganmu. Bagaimana ini Minnie-ah?” ucapku gugup dan khawatir. Kulihat wajah sungmin yang tadinya senang berubah menjadi wajah khawatir sama sepertiku wajahku saat ini “kau yakin wonnie? Kyu pergi sendiri?”. Tanyanya dengan nada khawatir yang tersirat didalam suaranya. “aku yakin Minnie-ah, karena tadi aku melihat yunhee yang baru bangun tidur dan kebingungan mencari kyu didalam ruangannya. Kita harus bagaimana? Bagaimana kalau kita mencarinya saja?” usulku dan langsung diiyakan dengan sungmin. “wonnie-ah, kira kira kyu membawa ponsel tidak?” aakh iya kenapa aku todak teringat untuk menelponnya saja ya daritadi? Mungkin aku terlalu panic jadi aku lupa. “sepertinya dia membawa ponselnya min”
            Aku mencoba menghubungi kyuhyun, tapi ternyata ponselnya tidak diaktifkan. Berkali kali aku dan sungmin mencoba menghubungi teman terdekat kyu dikampus, namun nihil. Sampai aku berinsiatif untuk menelpon ke rumah dan ternyata yang mengankatnya adalah kyu.

            KYUHYUN POV
‘kringgg..kringgg..’
Aisshh.. siapa sih yang menggangguku waktu tenangku bermain game? “ahjumma.. hang ahjumma” teriakku memanggil hang ahjumma. Tak ada sahutan dari hang ahjumma, terpaksa aku yang mengangkat. Terpaksa aku berjalan untuk meraih gagang telepon yang berada diujung meja sana.
“yeoboseo..” ucapku males malesan.
“kyuhyun-ah, ini kyuhyun?” Tanya orang diseberang sana dengan suara yang gugup. Siapa dia?
“nuguseyo? Apakah kau mengenalku, atau kau mau mencari siwon hyung? Tapi sayangnya siwon hyung sedang keluar.” Jawabku dengan nada sopan walau tak mengetahui siapa penelponnya.
“yak!! Kyuhyun-ah, kau tak mengenal suaraku hah? Ini aku hyungmu siwon CHO SIWON. Kau sedang berada dirumah hah? Sejak kapan?” ucap siwon hyung dengan suara keras. Aku bodoh sampai tak mengenal suara hyungku sendiri.
“aah hyung, mian aku tak mengenal suaramu. Aku sedang dirumah sejak siang tadi, waeyo hyung? Eodiya hyung?” tanyaku.
“kau ini bagaimana sih? Masa tak bisa mengenali suara hyungmu sendiri ckck.. aku berada dirumah sakitmu, tadinya aku ingin menjengukmu tetapi kau malah berada dirumah.” Ujar siwon hyung dengan nada bercanda.
Akupun mengusulkan kepada hyung melalui telepon untuk pulang dan membawa makanan karena aku lapar dan hang ahjumma yang sedari tadi belum muncul. Dan seterusnya kami berbicara panjang lebar ditelepon. Sampai akhirnya aku tak kuat berdiri dan kesadaranku telah hilang.

            AUTHOR POV
            BRAAKK!!!
Siwon langsung menjauhkan handphonenya dari telinganya saat mendengar suara keras yang berasal dari seberang sana. “yeoboseo.. kyuhyun-ah, yeoboseo.. yakk!! Kyu-ah jawab aku, jangan membuatku khawatir!!” marah siwon didalam telepon. Siwon yang khawatir akan keadaan kyuhyun yang tak menjawab percakapannya ditambah dengan suara keras yang berasal dari kyuhyun, langsung menarik sungmin untuk segera pergi menyusul kyuhyun dirumahnya yang bejarak 8 km dari rumah sakit. Sungmin yang bingung karena tidak dijelaskan sama sekali tentang keadaan kyuhyun hanya bisa menurut saat ditarik oleh siwon apalagi saat sungmin melihat wajah siwon yang penuh dengan kekhawatiran, sungmin yakin pasti ada apa apanya dengan kyuhyun yang langsung membuat siwon sepanik ini.
            Saat didekat parkiran mereka bertemu dengan yunhee yang membawa sekantung plastik berisikan makanan. Yunhee yang melihat wajah siwon penuh dengan kekhawatiran langsung yakin kalau ada apa apa dengan kyuhyun, langsung berlari mendekati sungmin dengan membawa bawa kantung itu.
“oppa, apa yang terjadi?” Tanya yunhee dengan khawatir. Ia suadah lupa dengan berat ditangannya.
“aku juga kurang tahu yunhee-ah, tapi aku yakin kalau ada apa apanya dengan kyuhyun saat ini. karena tadi..” ucapan sungmin terputus saat siwon memanggilnya untuk segera masuk kedalam mobil.
Saat didalam mobilpun tidak ada yang berani membuka suaranya, kecuali suara siwon yang mengumpat atau suara gebrakan yang dihasilkan siwon saat menggebrak stir mobil saat mereka mendapat jebakan dari lampu merah atau kemacetan kecil. Sungmin yang duduk disamping siwon saat itu hanya bisa menoleh dan menenangkan siwon, tapi yang ditenangkan malah menampik tangan sungmin dengan kasar. Yunhee yang duduk dibelakang juga tak mau angkat bicara melihat kondisi didalam mobil yang seperti ini, sesekali yunhee yang mencoba menelpon ke handphone kyuhyun dan hanya mendapat balasan dari suara operator saja.
            Sampai digarasi rumah, siwon langsung menghambur masuk dengan langkah tergesa dan mendapatkan kyuhyun yang terbaring tak sadarkan diri diamping meja telepon dengan telepon yang berada disampingnya. Siwon langsung menggendong kyuhyun dan membaringkannya dikamar kyu yang terletak dilantai 2, dan langsung diperiksa oleh sungmin. Yunhee yang melihat itu semua hanya bisa menangis dan segera menyusul siwon dan hyung dilantai 2, ia tak memeikirka belanjaanya yang tertinggal dimobil yang ia khawatirkan kini hanya kyuhyun yang tak sadarkan diri. Sungmin bergegas menelpon ambulance dan minta dikirimkan kerumah kyu untuk membawa kyu, sebenarnya mereka bisa membawa kyu dengan menggunakan mobil siwon tetapi mengingat mobil siwon itu kecil dan tidak adanya alat alat kedokteran didalamnya, maka dipanggilah ambulance.

            YUNHEE POV
Kini didalam mobil ambulance sudah ada aku dan siwon oppa yang sedang ketakutan melihat betapa susahnya sungmin oppa menemukan nadi vena untuk menancapkan jarum infusan kedalam tubuh kyuhyun. Berkali kali sungmin oppa menepuk nepuk pergelangan tangan maupun daerah lain yang sekiranya disitu berada nadi vena, namun hasilnya sulit didapat. Setelah kurang lebih 25 menit bersusah payah untuk menemukan nadi, akhirnya jarum itu dipastikan berhasil masuk menembus kulit kyuhyun dan mengalir melalui darah didalam tubuh kyuhyun. Kami yang berada didalam mobil itu menghela nafas lega, tak berselang lama nafas kami kembali tecekat saat melihat alat pendeteksi jantung kyuhyun yang menunjukan bahwa jantung kyuhyun mengalami kemunduran untuk bekerja bahkan alat itu hampir berhenti dan menunjukan garis hijau yang panjang dan suara yang memekakkan telinga bagi siapa saja yang mendengarnya. Aku yang melihat itu ingin rasanya berteriak keras untuk membangunkan kyuhyun dari tidurnya, tapi aku tersadar bahwa didalam mobil ini kami semua sedang sama paniknya jadi aku tak mau menambah kepanikan mereka semua dengan teriakanku yang tak berguna.
            Sesampainya dirumah sakit, kyuhyun langsung dibawa dengan perawat menuju ruang IGD diikuti dengan kami semua yang khawatir akan keadaan kyuhyun. Suara brankar dan suara teriakan kami yang membangunkan kyuhyun dari tidurnya langung memenuhi lorong rumah sakit. Kami, aku dan siwon oppa tidak diperbolehkan masuk oleh kepala perawat yang menjaga bagian ruang IGD hanya sungmin oppalah selaku dokter yang boleh memasuki ruangan itu. Kami semua menunggu diluar, kulihat siwon oppa yang sedari tadi mondar mandir bak setrikaan didepan pintu IGD berharap sungmin oppa keluar dan member kabar baik, walaupun yang menangani kasus kyuhyun bukan sepenuhnya sungmin oppa tetapi dokter dari luar negeri yang tak kuketahui namanya karena bagiku tak penting yang penting hanyalah keselamatan kyuhyun saja.
“oppa, siwon oppa lebih baik kau menunggu kyuhyun sambil duduk saja. Kau akan capai kalau kau bolak balik seperti itu.” Saranku yang langsung mendapat sifat tak acuh dari siwon oppa. Tak berapa lama siwon oppa akhirnya duduk disampingku dan menaruh kepalanya dipundakku menjadikannya sebagai sandaran.
“yunhee-ah” panggilnya lirih. Sungguh aku juga sudah ingin menangis sekarang, ditambah lagi dengan mendengar suara siwon oppa yang seperti tadi membuatku tambah ingin menangis.
“ya oppa, ada apa?” balasku sambil menahan air mataku.
“apa kau tahu kalau kyuhyun adalah keluarga satu satunya yang kumiliki didunia ini?” tanyanya hampir berbisik.
“ne oppa aku tahu itu, bahkan kau rela menukar apapun sampai nyawamu sekalipun untuk tetap membuat kyuhyun hidup bukan? Aku tahu itu oppa, tetapi kenapa kau bertanya seperti itu oppa?” jawabku dengan memandang dinding putih yang berada didepan aku dan siwon oppa sekarang.
“aku takut yunhee-ah, aku takut kalau kyuhyun akan meninggalkanku sekarang. Yunhee-ah sungguh sejujurnya aku belum siap.” Ucap siwon oppa dengan terisak. Tak terasa air mataku pun berjatuhan, pertahananku runtuh seketika saat mendengar siwon oppa berkata seperti itu.
“aku juga belum siap oppa, bahkan aku tak pernah mau kalau kyuhyun meninggalkan kita semua. Oppa kuharap kau tak berkata seperti itu lagi, kita semua harus berdoa untuk keselamatan kyuhyun.” Ucapku pesimis.
            Krieeek!
Kudengar suara pintu terbuka, segera saja kutengokkan kepalaku menghadap kedepan pintu IGD dan keluarlah sesosok orang menggunakan kemeja biru serta jas dokternya dan stetoskop yang tergantung dilehernya, dan dibelakangnya juga menyusul keluarnya sungmin oppa. Siwon oppa yang tersadar dari lamunan segera berdiri dan menghampiri dokter yang menangani kyuhyun, aku mengekor dibelakang siwon oppa tapi tak berani untuk mendekat kearah mereka karena aku terlalu takut untuk mendengar pembicaraan meraka.

            AUTHOR POV
Siwon yang langsung menanyakan kabar adiknya langsung terdiam saat dokter menjelaskan tentang penyakit kyuhyun secara mendalam. Ia pun masuk kedalam ruangannya untuk menemui sang adik kesayangannya, siwon yang tak bisa menahan air matanyapun langsung menangis disamping tubuh adiknya yang dipasangi berbagai alat kedokteran untuk menunjang hidupnya. Yunhee yang melihat itu semua dari balik kaca pintu ruangan juga ikut menangis karena dia juga merasakan hal yang sama dengan siwon.
            Tiga hari sudah kyuhyun terbaring lemah diranjang rumah sakit, tak menunjukan tanda tanda dia akan bangun. Siwon yang setiap harinya berkunjung kerumah sakit sepulang ia bekerja tak pernah mengeluh capai walau sebenarnya tenaganya sudah terkuras habis saat dikantor, bagaimana tidak? Dia adalah seorang direktur utama diperusahaanya, dialah pemimpin perusahaan itu. Awalnya perusahaan itu dibangun oleh ayah mereka untuk diberikan kepada puteranya saat mereka sudah menginjak usia dewasa, perusahaan itu juga tadinya dikelola oleh mereka berdua, namun dengan kondisi kyuhyun yang seperti ini sejak dua tahun yang lalu akhirnya siwonlah yang mengambil alih semua pekerjaan kyuhyun. Sebenarnya bisa saja siwon memberikan sebagian tugasnya pada sekretaris atau bawahannya yang lain, tapi dia tidak gampang percaya pada orang lain untuk masalah pekerjaan baginya biarlah dia menanggung semua beban ini daripada perusahaan yang sudah didirikan oleh ayahnya dengan susah payah itu hancur. Siwon yang kelelahan karena sudah seharian bekerja tertidur dikursi samping tempat tidur kyuhyun sambil menggenggam tangan kyuhyun erat, tak sadar kalau ada orang yang memasuki ruangan tempat kyuhyun dirawat.


            YUNHEE POV
Aku memasuki ruangan ini untuk kesekian kalinya, pertama kali memasuki ruangan ini yang terlihat adalah seorang namja yang mengenakan setelan jas rapih sedang tertidur dikursi kecil yang terletak disamping tempat tidur kyuhyun sambil menggenggam tangan kyuhyun yang pucat. Aku kasihan melihat posisi tidurnya yang seperti ini dengan badan yang setengah menggantung kelantai, ketika aku hendak membangunkannya kudengar suara bisikan yang berasal dari mulutnya “kyuhyun-ah jangan tinggalkan aku” ternyata itu suara siwon oppa, sepertinya dia bermimpi ditinggal oleh kyuhyun sama seperti mimpi yang selalu hinggap di malam malam tenangku. Kutepuk perlahan pundak siwon oppa agar ia terbangun, namun dia malah terjatuh kebawah segera saja kutahan tubuhnya dengan mengangkatnya perlahan keatas tempat semula dia tertidur. Sepertinya dia benar benar kelelahan saat dikantor ditambah harus menjaga kyuhyun. “kyuhyun-ah, kyuhyun-ah, kau mau kemana?” teriak siwon oppa dalam mimpinya, tak lama air matanya jatuh saat siwon oppa membalikkan kepalanya menghadapku. Aku yang tak kuat jika harus mendengar racauan siwon oppa yang berkata “kyuhyun jangan tinggalkan aku, kau mau kemana?” dan sebagaimana, akhirnya membangunkan siwon oppa dengan terpaksa.
“yak oppa, ireona oppa..” panggilku sambil mengguncang tubuh siwon oppa pelan.
“oppa ireona, siwon oppa ireona palli!” seruku tepat didepan telinga oppa. Akhirnya siwon oppa terbangun juga dari tidurnya dan langsung mengelap wajahnya yang basah. Kutanyakan saja tadi dia bermimpi apa sampai menangis seperti itu, tapi yang ditanya malah dia seribu bahasa malah melihatiku dngan tatapan sendu.
            Tiba tiba suara pintu terbuka dan menampilkan wajah imut namun tegas yang diiringi oleh dua orang wanita yang cantik cantik berjalan menghampiri kami, itu adalah sungmin oppa dan para perawat yang setia mendampingi sungmin oppa yang sepertinya sudah siap dengan alat periksanya dan papan tabelnya. Sungmin oppa memeriksa detak jantung kyuhyun dengan stetoskop pink putih yang selalu tergantung dilehernya disusul dengan memeriksa retina mata kyuhyun yang segera dicatat oleh perawat yang sedang mengatur cairan infuse yang masuk kedalam tubuh kyuhyun. Setelah pemeriksaan rutin itu sungmin oppa bilang kepada kami bahwa kyuhyun sudah mulai menunjukkan gejala dia akan sadar dilihat dari detak jantungnya yang mulai mendekati normal, aku yang senang dengan kabar itu langsung membungkuk untuk member hormat kepada sungmin oppa disusul dengan siwon oppa yang langsung menjbata tangan sungmin oppa dan mengucapkan terima kasih. Sungmin oppa pun pamit untuk keluar karena masih ada beberapa pasien yang akan dicheck olehnya. Sekeluarnya sungmin oppa dari ruangan kyuhyun, siwon oppa mulai duduk kembali dan langsung membuka percakapan dengan berbicara kalau tadi dia bermimpi jika kyuhyun pergi menjauhi dirinya, aku yang tak tahu harus berbicara apa hanya mengelus elus pundak siwon oppa untuk sekedar memberi kekuatan. Walau itu tak banyak membantu
            TTTIIIITTTT!!!!!  BRAAK BRUUK BRAAKK!! *eeh?
tiba tiba mesin pendeteksi jantung milik kyuhyun mengeluarkan suara panjang yang tak pernah diharapkan oleh kami yang berada diruangan ini, disertai dengan bergoncangnya ranjang milik kyuhyun. Ternyata kyuhyun mengalami kejang kejang yang hebat.

TBC
Mian sedikit soalnya masih dikejar sama tugas sekolah *curhat* RCL jangan lupa ;)

1 komentar: