Ketika lipstick pink milikku masih melekat di tepian gelas putih.
Kopi dalam gelas ini mulai dingin.
Rasanya sudah tidak sama seperti sesapan pertama.
Namun kau belum juga datang memenuhi janjimu untuk hadir di hadapanku.
Matahari telah sampai kembali ke perpaduannya.
Dan kau tetap tak kunjung tiba di hadapanku.
Haruskah aku pergi dari sisi jendela ini?
Aku kecewa
Aku sedih
Aku marah
Namun, lagi dan lagi aku tak bisa mengungkapkan perasaan itu padamu.
Salahkah aku?
Bodohkan diriku?
Lalu aku harus apa?
Tak henti aku terus menatap jendela, berharap ada sosok dirimu di kejauhan sana.
Terlalu berharapkah aku?
Ketika langit yg semula cerah, kini beralih menjadi redup.
Ku harap semangatku tidak seperti langit.
Dalam meraih kasih dan hangat cinta dari dirimu.
